ADAKAH.ID, SAMARINDA – Komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam pemajuan dan pelestarian kebudayaan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, resmi masuk tiga besar Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026.
Penghargaan prestisius ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki dedikasi kuat dan konsisten dalam pengembangan kebudayaan daerah. Andi Harun menjadi salah satu dari 10 kepala daerah se-Indonesia yang lolos ke babak presentasi terakhir Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026.
Babak final tersebut akan menentukan penerima penghargaan utama yang rencananya diumumkan pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, 9 Februari 2026.
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat merupakan agenda nasional yang memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang menghadirkan kebijakan, program, serta ekosistem pendukung bagi tumbuh dan berkembangnya kebudayaan lokal. Penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri independen yang terdiri dari unsur pers, akademisi, dan pegiat budaya.
Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menegaskan penilaian tidak semata-mata didasarkan pada kegiatan seremonial.
“Penilaian lebih pada keberpihakan kebijakan, kesinambungan program, serta dampak nyata terhadap komunitas dan pelaku budaya di daerah,” ujarnya.
Selain itu, dewan juri juga menilai sejauh mana kepala daerah mampu menjadikan kebudayaan sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.
Kebijakan dan Program Pemkot Samarinda
Masuknya Wali Kota Samarinda dalam tiga besar tidak terlepas dari berbagai kebijakan dan program Pemerintah Kota Samarinda dalam mendukung pemajuan kebudayaan. Mulai dari penguatan ruang ekspresi seni dan budaya, dukungan terhadap komunitas kreatif dan pelaku budaya lokal, hingga upaya menjadikan kebudayaan sebagai identitas kota yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pemkot Samarinda juga secara konsisten mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, seniman, budayawan, serta media massa guna menjaga keberlanjutan kebudayaan daerah. Pendekatan ini sejalan dengan tema Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, yakni “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.”
Tahapan Presentasi Finalis
Yusuf Susilo Hartono menjelaskan, tahapan selanjutnya para finalis akan mengikuti presentasi dan pendalaman program yang digelar di Jakarta pada 8–9 Januari 2026. Dalam sesi tersebut, masing-masing kepala daerah akan memaparkan kebijakan, inovasi, serta praktik baik dalam pemajuan kebudayaan di wilayahnya.
“Dalam presentasi nanti, dewan juri akan mendalami sesuai topik yang diajukan. Aspek penilaian meliputi penguasaan materi, gaya dan teknik presentasi, serta sarana atau peraga pendukung,” jelasnya.
Ia menambahkan, bupati atau wali kota diperbolehkan membawa rombongan yang terdiri dari kepala dinas terkait, tokoh masyarakat, serta pengurus PWI provinsi, kota, atau kabupaten. Namun, rombongan tersebut tidak diperkenankan ikut berbicara.
“Mereka hanya sebagai saksi,” tegasnya.
Puncak Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 akan bertepatan dengan peringatan HPN 2026 di Banten. Pada momen tersebut, PWI Pusat akan mengumumkan penerima penghargaan utama dari masing-masing kategori.
Daftar 10 Kepala Daerah Finalis
Sepuluh kepala daerah tersebut terpilih setelah dewan juri menilai proposal lengkap beserta lampirannya, mulai dari video, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan, hingga dokumentasi foto, dengan jumlah berkas yang mencapai puluhan bahkan ratusan halaman.
Adapun tiga wali kota finalis, yakni:
- Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat
- Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun
- Wali Kota Mataram, NTB, Mohan Roliskan
Sementara tujuh bupati finalis adalah:
- Bupati Lampung Utara, Lampung, Harmartoni Ahadis
- Bupati Temanggung, Jawa Tengah, Agus Setiawan
- Bupati Manggarai, NTT, Heribertus Geradus Laju Nabit
- Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman
- Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Maya Hasmita
- Bupati Manokwari, Papua Barat, Hermus Indou
- Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy. (*)
