Menutup Peringatan PRB Nasional 2022, Isran Noor Harap Seluruh Pihak Jaga Kelestarian Alam

Gubernur Kaltim, Isran Noor hadiri penutupan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana
Caption: Gubernur Kaltim, Isran Noor hadiri penutupan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (HO/Pemprov Kaltim)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini resmi menutup rangkaian peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Nasional, di Balikpapan Sport and Conventional Centre (BSCC) Dome, Jumat (24/10/2022).

Penutupan ditandai dengan penyerahan pataka dari Gubernur Kaltim, Isran Noor kepada Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, kemudian diteruskan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, dimana provinsi yang dikenal dengan sebutan Bumi Anoa ini akan menjadi tuan rumah peringatan Bulan PRB Nasional 2023 mendatang.

Sebagai informasi, Peringatan Bulan PRB Nasional 2022 ini mengusung tema ‘Bebaya Etam Tegoh’ diisi dengan berbagai rangkaian acara diantaranya BNPB mengajar, sosialisasi Inarisk, pameran kebencanaan, Seminar IKN Tangguh Bencana, bakti sosial, donor darah, simulasi evakuasi bencana, penanaman pohon dan pengukuhan Forum PRB Kaltim.

Isran Noor dalam sambutannya mengucapkan terima kasih jajaran BNPB atas dipilihnya Benua Etam yang saat ini telah ditetapkan menjadi ibu kota negara RI baru, Ibu Kota Nusantara (IKN), sebagai tuan rumah pelaksanaan puncak peringatan Bulan PRB Nasional.

“Ditetapkannya Kaltim sebagai lokasi pemindahan IKN salah satu faktor pendukungnya adalah disini minim risiko bencana. Untuk itu Kaltim dan seluruh wilayah Indonesia yang memiliki keindahan alam luar biasa harus dijaga dan dipelihara kelestarian alamnya dari aspek apapun, termasuk risiko bencana,” ujar Isran Noor.

Isran Noor kembali menegaskan, pembangunannya tidak merusak lingkungan hidup sekitar. Bahkan dengan konsep smart city, forest city, green city, suistanable city, lingkungan di lokasi IKN akan terjaga dan terpelihara dengan baik.

Di mana antara gedung-gedung pemerintahan yang akan dibangun berjarak sekitar 1-2 kilometer, dengan tetap mempertahankan hutan dan lingkungan.

“Ini memang tugas saya sebagai bagian dari tim transisi pemindahan IKN untuk menyosialisasikan kepada masyarakat Indonesia, bahwa pembangunan IKN tidak merusak lingkungan, dan IKN di Kaltim ini bukan hanya milik rakyat Kaltim atau Kalimantan saja, tetapi milik bangsa Indonesia, bahkan bangsa-bangsa di dunia,” tegasnya.

Sementara itu,  Letjen TNI Suharyanto mengatakn Indonesia ini ibarat surga tetapi ternyata bencananya juga masih belum bisa berkurang. Tercatat sejak Januari lalu sudah terjadi 2.797 kali dan pasti akan terus bertambah. Yang didominasi bencana hidrometeorologi basah sepetti cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor, gelombang pasang/abrasi.

“Untuk Kaltim aman-aman saja, tetapi saudara-saudara kita di daerah lain saat ini banyak yang menghadapi bencana banjir dan tanah longsor, diakibatkan musim penghujan,” tutur Letjen TNI Suharyanto.

“kita harus semakin meningkatkan kepedulian, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia tangguh bencana, dan mempersiapkan sedini mungkin upaya pencegahan bencana di seluruh wilayah Indonesia,” tandasnya.

(Adv/Kominfo Kaltim/*/Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+