ADAKAH.ID, SAMARINDA – Muhammad Husni Fachruddin atau yang akrab disapa Ayub dipercaya untuk memimpin satu dari tiga ormas pendiri Golkar di Kaltim.
Ayub terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke – V sebagai Ketua Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Kaltim, periode 2023-2027.
Kepada awak media, pria asal Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara itu merasa terhormat lantaran diberikan amanah untuk mengawal kemenangan partai berlambang pohon beringin di Kaltim.
“Kosgoro 1957 adalah salah satu organisasi yang mendirikan partai Golkar. Jadi termasuk organisasi tertua selain MKGR dan SOKSI,” kata Ayub seusai gelaran Musda V PDK Kosgoro 1957 di Hotel Mercure Samarinda, Provinsi Kaltim hari Kamis (10/8/2023).
Sebagaimana diketahui, tiga unsur pendiri diatas membentuk Sekretariat Bersama atau Sekber Golkar pada tahun 1964.
“Jadi kunci kemenangan Golkar di pemilu 2024 ini ada pada kino kino partai Golkar termasuk Kosgoro,” ungkapnya.
Mengutip istilah keladi, makin tua makin jadi. Ormas Kosgoro 1957 memiliki peran krusial sebagai penopang partai Golkar.

Hal itu disebut Ayub lantaran ormas pendiri yang ia pimpin sekarang sejak lama, memiliki azaz gotong – royong yang berwujud koperasi, dengan tujuan mesejahterakan masyarakat, dan Golkar sebagai wadah alat politiknya.
“Jadi tugas saya kedepan adalah membangkitkan semangat Kosgoro dan juga menampung anggota di luar kader Golkar,” terang elit Golkar Kaltim itu.
Lanjut Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim itu menyebut, dari suksesi pemilu legilatif di enam dapil provinsi Kaltim. Keterlibatan generasi muda saat ini sangat signifkan. Sehingga dirinya optimistis, perolehan kursi DPRD Kaltim di pemilu 2024 mendatang, Golkar bisa mempertahankan capaian hasil pemilu 2019 lalu.
“Saya menyakini, Golkar se-Kaltim menang Pileg dan meraih lebih dari 12 kursi dewan Kaltim,” jelas Ayub.
Terkait penanganan politik elektoral di 10 kabupaten dan kota se – Kaltim. Mantan Ketua AMPG Kaltim periode lalu itu saat ini tak menampik adanya penurunan elektabilitas Golkar di tiga daerah seperti Kukar, Berau dan Samarinda. Namun dirinya juga sudah memiliki formulasi tepat untuk menang dalam kontestasi 2024.
“Kita sudah ada pengganti figur partai semisal Makmur HAPK dan Rita Widyasari, sehingga bisa membawa kehormatan, harga diri dan nama baik Golkar kembali di Kaltim,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Pelaksana tugas (Plt) DPK Kosgoro 1957 Kabupaten Berau, Muhammad Husni Faisal sesuai dengan langgam kerja yang diturunkan provinsi.
Terdapat evalusi dan pekerjaan rumah Kosgoro 1957 di Berau pasca pindahnya Makmur HAPK dari Golkar ke partai Gerindra.
Target memenangkan caleg Golkar memerlukan kerja keras dan cerdas.
Diketahui, Golkar memiliki 5 kursi saat ini, dan berada diurutan kedua perolehan wakilnya dibawah Partai NasDem.
Dengan upaya yang maksimal. Usaha penguatan internal dan jaringan yang dimiliki Golkar Berau, Deden sapaan akrabnya itu optimistis target menambah menjadi 6 kursi bisa diraih Golkar Berau.
Untuk itu, dirinya mulai mendorong penguatan pengurus yang ada, serta jaringan Kosgoro 1957 lainnya di Berau.
“Pileg adalah agenda prioritas sekarang. Jadi konsolidasi perlu dilakukan secara intensif,” ucapnya singkat. (Joy)
