ADAKAH.ID, SAMARINDA – Inisiatif warga gang Nibung di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) yang membuka penyebrangan sederhana mendapat sorotan anggota Komisi I DPRD Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun.
Sebelumnya diberitakan, aktivitas penyebrangan tersebut dilakukan warga guna meringkas jarak untuk mengakses Pasar Tradisonal Segiri Samarinda.
Menanggapi hal ini, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun saat dijumpai disela – sela kegiatannya bersama TIDAR Kaltim Samarinda, sayap pemuda partai Gerindra.
Menurut Afif sapaanya, aliran SKM dengan alur patahan di Jalan Dr. Soetomo – Pasar Segiri tersebut berarus cukup deras di waktu – waktu tertentu saat mengalir ke Hilir.
Maksimal perahu karet yang disediakan relawan hanya bisa bermuatan maksimal sekira 250 kilogram. Sementara untuk bisa sampai relawan menggunaan tali yang diikat membentang sebagai pegangan.
“Kalau hati – hati sudah pasti ya. Kita tidak ingin hal – hal yang tidak diinginkan terjadi,” kata Afif kepada awak media, Minggu (22/5/2022) kemarin.
Meskipun jembatan pintasan warga Gang Nibung telah dibongkar. Namun Afif percaya dengan Wali Kota Samarinda segera membangun kembali jembatan yang jauh lebih baik dan kuat.
Sebagaimana diketahui, Pemkot Samarinda sedang melaksanakan program normalisasi SKM untuk mengatasi banjir.
Jembatan kayu Gang Nibung disebut menghalangi pekerjaan, lantaran mobilisasi alat berat pengeruk tidak akan masif bergerak sebagaimana dikatakan Wali Kota Samarinda pada tanggal 18 Mei 2022 lalu saat pembongkaran.
“Saya minta warga bersabar dulu, pasti pak wali kota tidak tinggal diam dan memikirkan warga. Karena normalisasi SKM ini untuk kepentingan orang banyak,” terangnya. (Sam)
