ADAKAH.ID, SAMARINDA – Hari jadi kota Samarinda ke 354 dan Pemerintah Kota Samarinda ke 62 tinggal seminggu lagi.
Rumah Sakit Ibu dan Anak Jimmy Media Borneo (RSIA JMB) persembahkan hadiah berupa operasi bibir sumbing dan langit mulut, gratis!
Kegiatan operasi ini dibuka langsung Ibu Walikota, Rinda Wahyuni Andi Harun. Dirinya berharap pemerintah kota Samarinda melanjutkan kegiatan ini setiap tahunnya.
“Jujur saya bahagia, juga ada rasa haru. Harapannya bisa berlanjut terus.” ungkapnya, Jumat (14/1/22).
Terlihat pula orang tua yang mendampingi anaknya dalam pembukaan kegiatan operasi tersebut.
Owner RSIA JMB, Mujito Hadi bahwa kegiatan ini dalam rangka memberikan support sekaligus hadiah untuk pemerintah dan warga kota Samarinda.
Mujito Hadi menerangkan pihaknya mengambil inisiatif ini untuk berbagi kebahagiaan di hari besar kota Samarinda.

“Kami memiliki inisiatif untuk berbagi kebahagian kepada masyarakat dan juga dalam rangka memberi support sekaligus hadiah kepada pemerintah kota samarinda,” kata Mujito Hadi kepada awak media.
Mujito Hadi, yang juga Owner Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wiyata Husada Samarinda (STIKES WHS) menjelaskan motivasi kegiatan ini untuk berbagi kebahagiaan kepada calon generasi masa depan.
Saat disinggung terkait biaya operasi, Mujito Hadi mengungkapkan bahwa biaya sebenarnya memang tidaklah murah. Sekali operasi bisa membutuhkan sekira Rp20 juta. Sementara operasi minimal dilakukan 3 kali secara bertahap.
Namun demikian agar masyarakat tidak dipungut biaya, RSIA JMB bekerja sama dengan Smile Train, yang merupakan badan amal internasional untuk berbagi tanggungan biaya dan menghadirkan dokter ahli yang mumpuni.
“Ya, ini gratis, alhamdulillah, kita bekerja sama dengan Smile Train. Kita berbagi tugas untuk pembiayaan. Jadi kita tidak memungut apapun dari pasien,” pungkasnya.
Mujito Hadi berharap mayarakat dapat mendukung kegiatan tersebur agar dapat berkelanjutan. Dirinya ingin masyarakat berlomba berbuat kebaikan, khususnya perusahaan agar dapat menyisihkan dana CSR kepada mereka yang kurang beruntung secara finansial.
Salah satu dokter RSIA JMB, Taufiqurrahman menambahkan bahwa masalah bibir sumbing ini bukan sekadar masalah perbaikan anatomi semata. Melainkan juga perlu pemulihan dalam aspek psikologis pasien.
“Banyak pasien yang sudah besar merasa tidak percaya diri. Apalagi anak-anak saat masuk sekolah. Tujuan kita agar mereka bisa kembali bahagia,” katanya.
Menurut Taufiqurrahman, pasien akan menjalani minimal 3 kali operasi. Ia menyebutkan operasi diawali dengan menyambung bibir. Beberapa bulan kemudian barulah operasi dilanjutkan.
Dirinya menyarankan operasi bibir sumbing ini harus dilakukan sejak usia dini agar supaya perbaikan lebih mudah dan hasil lebih bagus.
“Kalau sudah besar lebih susah diperbaiki,” ujarnya.

Adapun pasien yang telah terdaftar sebagai pasien operasi bibir sumbing dan langit mulut sebanyak 30 orang. Namun melalui proses screening, hanya 18 orang yang memenuhi syarat.
Pasien yang mengikuti operasi ini rerata usia anak, paling muda berusia 3 bulan. Pasien dewasa hanya ada 1 yakni usia 30 tahun.
Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 14 sampai 16 Januari 2022.
(Sam)
