ADAKAH.ID, SAMARINDA – Penyakit cacar monyet atau Monkey Pox adalah penyakit menular yang sedang menjadi perhatian di Indonesia. Penyakit ini baru saja ditemukan di negara ini beberapa waktu lalu.
Menurut dr Osa Rafshodia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, tidak ada laporan kasus cacar monyet di kota tersebut. Hal ini dikonfirmasikan melalui telepon pada Rabu (8/11/2023).
“Nggak ada, kita suspect saja. Ada suspect, biasa aja itu. Suspect tidak tergigit oleh hewan tetapi penularan antar manusia,” jelasnya.
Tersuspect telah diambil sampel darahnya di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Samarinda dan telah dikirim ke Jakarta. Pihaknya pun masih menunggu hasil dari sana.
Demi mempersiapkan apabila kasus ditemukan, Dinkes Samarinda juga telah menyiapkan obatnya. Seperti obat untuk gatal dan ruam merahnya. Pasien yang terkonfirmasi positif monkey pox ini akan diminta untuk melakukan isolasi mandiri (isomasi). Namun, jika kondisinya tidak memungkinkan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.
Selain itu, Dinkes Samarinda juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika terjadi gejala cacar monyet melalui call center 119. Khususnya, bagi warga yang baru datang dari luar Samarinda dalam tujuh hari terakhir.
“Untuk mengantisipasi penyebaran Monkey Pox (Cacar Monyet) dan menjaga kesehatan, dimohon kesediaannya untuk melaporkan bagi anda yang memasuki Kota Samarinda dari Kota yang berpotensi penularan monkey pox dalam 7 hari terakhir,” harapnya.
Masyarakat diimbau melapor apabila merasakan gejala monkey pox. Gejalanya sebagai berikut :
- Ruam dengan lepuhan pada wajah, tangan, kaki, mata, mulut dan/alat kelamin;
- Demam, sakit kepala;
- Pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan);
- Nyeri otot, lemas.
“Gejala berlangsung antara 2-4 minggu dan biasanya sembuh sendiri. Namun pada beberapa individu, dapat menyebabkan komplikasi dan kematian. Terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, gangguan sistem kekebalan, ibu hamil atau menyusui,” tambahnya.
Osa mengajak masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat dan menjaga kebersihan. Ia menyarankan agar orang-orang sering mencuci tangan dan membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka. (ADV)
