ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kegiatan pembangunan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Mulai dari megaproyek terowongan (tunnel) yang akan menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin – Jalan Kakap untuk mengurai kemacetan.
Sampai juga membangun Teras Samarinda yang akan menjadi ikonik baru di sepanjang tepian kota di Samarinda.
Dan tidak ketinggalan juga revitalisasi pasar tradisional untuk meningkatkan kualitas perekonomian di Kota Samarinda.
Tak sampai di situ saja, Pemkot Samarinda juga kini tengah mengupayakan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penataan bantaran sungai di Kota Samarinda.
Sebab itu, kedua kegiatan tersebut akan disiapkan dengan konsep yang modern bernama Samarinda Embrassing The Sun.
Sebagai proyek pertama di Kota Samarinda, nantinya kegiatan pembangunan ini akan berfokus pada ketahanan iklim yang dikerjakan oleh kemitraan swasta yakni Center for Climate and Urban Resilience,s Universitas 17 Agustus (CeCUR) Surabaya sebagai pelaksana teknis.
Diakui Wali Kota Samarinda Andi Harun, sebelumnya impian ini memang telah dikejar pihaknya sejak tahun 2021.
Setelah proses panjang, kini pembangunan tersebut dipastikan berjalan dan dapat selesai di tahun ini.
Hal ini ditandai dengan gelaran groundbreaking peletakan batu pertama di kawasan Pasar Segiri, tepatnya di sebelah TPS-3R Pasar Segiri yang juga berhadapan dengan pemandangan Sungai Karang Mumus (SKM) dan Jembatan Nibung pada Kamis (2/5/2024).
“Akhirnya berbuah manis, dan project ini full dibiayai oleh mitra, bantuan dana kurang lebih 800 ribu US dollar. Tidak ada campur tangan dari APBD. Ini perjuangan kita dan bukti bahwa pemkot sangat serius memanfaatkan jaringan global,” ungkapnya.
Tidak Selalu Bertumpu pada APBD
Menurut Andi Harun, Kota Samarinda perlu menyesuaikan kondisi cuaca dalam aspek pembangunan infrastruktur.
Sebab kata Andi Harun, dalam proyek yang digarap CeCUR juga menerapkan metode partisipatif dengan merangkul aspirasi warga sekitar seperti para pedagang Pasar Segiri, hingga melibatkan konsultan lokal.
“Kita juga harus membangun dengan model pembangunan yang tidak hanya sekadar mementingkan aspek infrastrukturnya saja, tapi juga harus di desain dengan pembangunan manusianya,” beber Andi Harun.
Ke depannya juga bisa menjadi model pemerintahan yang tidak selalu bertumpu pada APBD.
“Tapi juga bisa dengan cara membangun jaringan dengan kemitraan baik di dalam maupun di luar negeri,” papar Andi Harun.
Terakhir, adapun target penyelesaian proyek ini hingga September mendatang. Pemenang lelang sudah ada dan sejak hari ini pembangunannya akan dimulai.
“Kira-kira di bulan Agustus atau September dapat selesai, atau setidak-tidaknya dapat digunakan di tahun ini,” pungkas Walikota Samarinda, Andi Harun. (Adv)
