ADAKAH.ID, SAMARINDA – Meskipun upaya perluasan jaringan internet di wilayah pesisir Kalimantan Timur menunjukkan perkembangan positif, wilayah terpencil seperti Pulau Maratua masih menghadapi kesulitan akses digital yang signifikan.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menekankan bahwa ketimpangan akses internet di daerah kepulauan harus segera ditangani dengan pendekatan lebih terorganisir. Beberapa desa di Maratua, termasuk Kampung Telukalulu, hingga kini masih mengalami blank spot dan belum tersentuh jaringan sama sekali.
“Secara umum memang ada perkembangan, tetapi sejumlah titik di Maratua masih belum memiliki akses jaringan. Ini perlu menjadi fokus perhatian kita bersama,” ujar Syarifatul, Sabtu (28/6/2025).
Pemerintah daerah sejauh ini mengandalkan kolaborasi antara kabupaten dan provinsi untuk memperluas cakupan layanan internet. Namun, Syarifatul menilai langkah tersebut harus diperkuat dengan kebijakan lebih konkret dan proaktif. Penyediaan WiFi gratis di beberapa titik dipandang sebagai solusi sementara, sementara tantangan geografis menuntut penerapan teknologi khusus, seperti repeater atau alat penguat sinyal di lokasi strategis.
“Kita perlu solusi teknis yang tepat untuk daerah dengan kondisi sulit sinyal. Tidak cukup hanya memperluas jaringan yang biasanya digunakan di daratan,” jelasnya.
DPRD Kaltim berencana mengadakan dialog intens dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) provinsi untuk menemukan solusi efektif. Upaya pemerataan akses internet di kawasan kepulauan ini menjadi bagian penting dalam visi pembangunan inklusif di Kalimantan Timur, mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
(adv/dprdkaltim/o)
