DPRD Kaltim Dorong Revitalisasi Pulau Kumala Menjadi Destinasi Wisata Modern

DPRD Kaltim Dorong Revitalisasi Pulau Kumala Menjadi Destinasi Wisata Modern.(ist)
Caption: DPRD Kaltim Dorong Revitalisasi Pulau Kumala Menjadi Destinasi Wisata Modern.(ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA — Pulau Kumala, ikon wisata di pusat Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, kembali menjadi sorotan DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Legislator meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis untuk memulihkan potensi ekonomi kawasan tersebut, seiring hampir selesainya proyek wahana waterboom senilai Rp400 miliar yang dijadwalkan rampung Desember 2025.

Sekretaris DPRD Kaltim, Salehuddin, menegaskan pentingnya pengelolaan profesional agar investasi besar ini memberi dampak maksimal. “Jangan sampai proyek ini hanya menjadi bukti kegagalan pengelolaan wisata. Harus ada pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan,” ujarnya, Senin (21/7/2025).

Pulau Kumala pernah menjadi destinasi favorit, namun sejak 2010 fasilitas yang ada mengalami penurunan daya tarik. Menurut Salehuddin, selain pembangunan waterboom, revitalisasi menyeluruh fasilitas lama, termasuk wahana masa pemerintahan sebelumnya, sangat diperlukan.

Politisi Golkar itu juga menyoroti kegagalan kerja sama dengan investor besar, seperti Jatim Park 1 dan 2, yang sempat diharapkan mampu meningkatkan kualitas wisata Pulau Kumala. “Kukar memiliki potensi besar, namun tanpa langkah proaktif dari pemerintah, investor akan enggan berinvestasi,” tambahnya.

Selama ini, Pulau Kumala lebih dikenal sebagai lokasi pesta rakyat tahunan, yang berdampak ekonomi jangka pendek. Salehuddin berharap kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wisata berkelanjutan, dengan dukungan rutin untuk UMKM lokal dan penataan fasilitas publik.

Aspek keamanan dan kenyamanan juga menjadi perhatian. Minimnya penerangan dan kerusakan infrastruktur membuat kawasan tampak sepi pada malam hari. “Kawasan ini harus aman dan menarik untuk dikunjungi kapan saja, seperti taman-taman di Jakarta yang ramai hingga malam hari,” jelasnya.

DPRD Kaltim akan terus mengawal proyek waterboom dan pengelolaan Pulau Kumala secara menyeluruh. Salehuddin menegaskan, fokus utama bukan siapa pengelolanya, melainkan dampak positif bagi pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.

(adv/dprdkaltim/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+