DPMPTSP Kaltim Maksimalkan Peluang Kerja Sama dengan Pemerintah Taiwan

Potret KEK Maloy di Kutim yang terus digencarkan Pemprov Kaltim. (IST)
Caption: Potret KEK Maloy di Kutim yang terus digencarkan Pemprov Kaltim. (IST)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Belum lama ini, Duta Besar (Dubes) Taiwan untuk Indonesia, H E John Chen membawa sejumlah pengusaha Taiwan untuk bertemu dengan Pemprov Kaltim. Peluang kerja sama investasi kembali terlihat.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Pengembangan Iklim, dan Penanaman Modal di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Riawati mengatakan, tiap ada negara yang hendak berinvestasi, mereka pasti akan melihat situasi dan kondisi di lapangan dulu.

“Biasanya mereka (negara asing) akan lihat-lihat dulu. Kalau Penanaman Modal Asing (PMA) itu paling banyak Tiongkok. Tapi Taiwan belum tahu,” jelas Riawati.

Riawati mengatakan, tiap negara mesti memiliki keinginan yang berbeda-beda untuk berinvestasi. Pun setelah mendengar pemaparan dari Pemprov Kaltim, negara terkait akan mengecek sendiri situasi yang sebenarnya di lapangan.

“Tiap negara itu style-nya beda-beda. Biasanya dia lihat dulu. Mereka tidak serta-merta terima penjelasan pemprov, tapi nanti akan cek juga di lapangan. Kalau PMA, mereka juga punya semacam networking,” tambah dia.

Riawati mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengupayakan investasi yang mengarah ke ekonomi hijau. Potensi-potensi ke sana akan kembali dilihat oleh negara terkait.

Diketahui, Pemprov Kaltim tak henti-hentinya memberikan informasi soal potensi investasi di sejumlah kawasan di Kaltim. Mulai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kutai Timur (Kutim), Kawasan Industri Buluminung (KIB) di Penajam Paser Utara (PPU), Pupuk Kaltim di Bontang, hingga sektor pariwisata di Berau.

“Ditawarkannya kawasan itu karena negara asing juga mencari kawasan serupa kalau mau tanamkan investasinya. Kalau mau industri hilirisasi, pasti negara itu akan milih ke kawasan industri atau ekonomi khusus,” sambungnya.

Apalagi, kawasan ekonomi khusus dan industri dipastikan aman untuk negara yang hendak menanamkan modalnya. Sebab proses perizinan di kawasan tersebut tidak sulit.

(adv/dpmtpspkaltim/yas)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+