Dinsos Kukar Maksimalkan Anggaran Rp200 Juta untuk Memulangkan Warga Terlantar

Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan, Sunarko
Caption: Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan, Sunarko(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat lebih dari 40 warga terlantar berhasil dipulangkan ke daerah asal sepanjang 2025. Program ini menggunakan anggaran sekitar Rp200 juta per tahun, yang dialokasikan khusus untuk biaya transportasi pemulangan.

Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan, Sunarko, menjelaskan bahwa pemulangan dilakukan berdasarkan empat kriteria utama mengalami gangguan kejiwaan, kehabisan bekal, tidak memiliki keluarga di Kukar, atau menjadi korban tindak kekerasan.

“Pastinya kita selalu melakukan pengecekan melihat kondisi warga itu, apakah mereka punya keluarga di Kukar, gangguan jiwa kehabisan bekal itu bisa kita pulangkan, kemudian kami akan cek kota asalnya,” jelas Sunarko.

Dari puluhan warga terlantar yang dipulangkan, sebagian besar berasal dari daerah luar Kalimantan, seperti Sulawesi, Sumatera, dan yang paling banyak dari Jawa Timur (Jatim).

Proses identifikasi dilakukan bekerja sama dengan Disdukcapil Kukar untuk memastikan data kependudukan warga tersebut.

“Ini data 2025 untuk memulangkan mereka, kami berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dinas akan melacak identitas warga tersebut,” ujarnya.

Beragam kisah menjadi latar belakang warga terlantar, mulai dari gangguan kejiwaan hingga pengalaman ekstrem seperti membongkar dua kuburan dengan tangan kosong di Tenggarong Seberang.

Ada pula warga yang datang untuk mencari pekerjaan namun berakhir menjadi korban penipuan lowongan kerja.

“Kasus gangguan jiwa sering kami temukan dengan berbagai permasalahan. Kami juga mengimbau untuk warga dari luar daerah Kukar yang ingin bekerja, agar tidak tertipu dengan lowongan pekerjaan, pastikan kejelasan informasinya,” imbuhnya.

Dengan program ini, Dinsos Kukar berharap warga terlantar dapat kembali ke kampung halaman dengan aman, serta mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih layak.

Dirinya berharap langkah pemulangan ini menjadi upaya perlindungan sosial berkelanjutan bagi masyarakat rentan. (Adv)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+