ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan dengan memprioritaskan pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit, Puskesmas, hingga Puskesmas Pembantu (Pusban).
Langkah ini ditempuh untuk memastikan seluruh layanan dasar dapat berjalan optimal tanpa terkendala peralatan medis.
Kabid P2PL Dinkes Kukar, Supriyadi, mengatakan bahwa pengadaan alkes tahun ini bersumber dari APBD dan Dana Alokasi Umum. Pemenuhan peralatan dilakukan menyeluruh, termasuk untuk puskesmas baru yang membutuhkan perangkat tambahan.
“Kita fokusnya ke pemenuhan alat kesehatan, kemudian Pusban yang baru juga harus ditambah peralatannya, dan beberapa alat untuk menunjang SPM juga CKG kita prioritaskan,” ujarnya.
Tahun ini, Dinkes Kukar mengadakan sejumlah alkes penunjang deteksi tuberkulosis (TBC), seperti X-ray mobile, TCM (10 unit), dan X-ray portable yang ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Abadi Samboja.
“Harapannya semakin banyak alat itu, maka semakin bisa teman-teman di puskesmas cepat mendiagnosa kasus-kasus TBC. Harapannya tahun 2030, incident penyakit TB turun drastis,” ucapnya.
Pengadaan juga diarahkan untuk mendukung kegiatan active case finding (ACF) di Rumah Sakit Dayaku Raja.
Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, menegaskan bahwa pemenuhan alkes menjadi langkah penting untuk mencegah terhambatnya pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap dengan pengadaan alat kesehatan, tidak ada lagi pelayanan yang tidak dapat ditangani. Jadi dari puskesmas sudah bisa ditangani dengan baik,” tuturnya.
Dengan penguatan perangkat medis dan pemerataan distribusi alkes, Dinkes Kukar menargetkan layanan kesehatan dasar di seluruh wilayah dapat berjalan lebih maksimal dan responsif. (Adv)
