ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin mengakui pihaknya belum memiliki UPTD Instalasi Farmasi.
UPTD Instalasi Farmasi merupakan unit pelaksana teknis daerah yang melaksanakan kegiatan teknis operasional Dinas Kesehatan berupa pengelolaan, pendistribusian obat dan perbekalan kesehatan. Secara umum, UPTD ini memiliki beberapa tugas pokok.
Seperti melaksanakan penerimaan, pemeliharaan, pendistribusian, pencatatan, pendataan, pengawasan terkait ketersediaan dan penggunaan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan.
Jaya mengakui, saat ini untuk penyimpanan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan saat ini dipegang oleh gudang farmasi milik Dinkes Kaltim.
“Sementara ini dihandle (diurus) dengan gudang farmasi milik Dinkes Kaltim. Kalau di bidang ini, jadi tidak fleksibel. Karena hanya menstorage (menyimpan) saja, tidak melakukan analisis segala macam,”ujar Jaya sapaannya hari Senin (20/11/2023).
Jaya menilai, seharusnya UPTD Instalasi Farmasi tersebut harus ada di Benua Etam. Karena melalui adanya UPTD ini, maka terjamin jualah ketersediaan vaksin maupun obat-obatan.
Contohnya saja, ketika ada distribusi vaksin obat dari pemerintah pusat. Maka, gudang farmasi hanya melakukan pencatatan dan langsung mendistribusikan ke kabupaten/kota tanpa dilakukan tracking maupun pengawasan.
“Kemudian, kalau kita menempatkan vaksin dan obat dari pemerintah pusat juga sifatnya mencatat saja. Tidak melakukan analisis dan mengawasi kebutuhan setiap kabupaten/kota, sampai ketika dropping di kabupaten/kota selama kurun 1 tahun,” tuturnya.
“Jadi kita nggak tahu distribusinya dan penggunaannya. Sementara yang dipantau oleh kementerian kan kita. Jadi agak menyulitkan bagi kita,” sambungnya.
Jaya berharap, Dinkes Kaltim sesegera mungkin bisa membentuk UPTD Instalasi Farmasi.
Dengan begitu, kebutuhan dan ketersediaan obat-obatan maupun vaksin di Benua Etam terjamin.(Adv)
