ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, memulai penanaman perdana padi sawah jenis MR di lahan baru seluas 400 hektare sejak Januari 2025. Tiga kelompok tani utama—Sari Makmur, Losai Jaya, dan Sari Bunga—terlibat aktif dalam kegiatan ini.
Kepala Desa Mulawarman, Mulyono, menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan lokal. “Hari ini merupakan penanaman perdana padi sawah jenis MR oleh ketiga Poktan. Ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi pangan serta ketahanan pangan di Desa Mulawarman,” ujar Mulyono, Kamis (27/3/2025).
Ia mengatakan, pembukaan lahan ini adalah bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pertanian desa yang belum tergarap maksimal. Pemerintah desa berkomitmen mendukung petani dengan penyediaan sarana dan prasarana, termasuk sistem irigasi dan bantuan pertanian.
“Keberhasilan pertanian juga bergantung pada ketersediaan air, sistem irigasi, pupuk, serta teknologi pertanian yang lebih modern,” tambahnya.
Selain bantuan teknis, Pemdes Mulawarman juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kelancaran distribusi logistik pertanian.
Keterlibatan masyarakat juga dianggap penting. Mulyono mengajak warga aktif bergabung ke kelompok tani maupun mendukung secara kolektif.
Meski optimisme tinggi, tantangan tetap ada. Supriyadi, petani setempat, menyoroti mahalnya pupuk dan kurangnya irigasi saat kemarau. “Harapannya pemerintah bisa bantu subsidi pupuk dan penyediaan alat pertanian. Kalau harga jual padi stabil, petani bisa untung lebih layak,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antarpetani, pemerintah, dan swasta, Desa Mulawarman menargetkan menjadi sentra pertanian mandiri dan modern di Kukar.
(adv/diskominfokukar/o)
