ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bank Sampah, Warga Rukun Tetangga (RT) 4, Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, berhasil memanfaatkannya menjadi barang yang berguna. Bahkan mampu menyumbang untuk Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).
Keberhasilan tersebut berawal dari inisiatif warga RT 14 menggagas Bank Sampah bernama Al Hidayah. Sugiarto, Direktur Bank Sampah Al-Hidayah, mengatakan bahwa agenda tersebut untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan kesejahteraa. Ia mengaku belajar mengelola sampah secara mandiri melalui internet dan diskusi rutin.
“Bank sampah ini memberikan manfaat yang beragam, seperti sumbangan ke TPQ langgar sekitar Maluhu dari hasil penjualan kerajinan sampah. Pupuk kompos yang dibuat dari dedaunan juga dimanfaatkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk pertanian mereka,” tuturnya.
Ia mengharapkan ada dukungan dari pemerintah berupa fasilitas seperti alat transportasi untuk mengangkut sampah dari warga. Ia juga berharap bank sampah ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah secara mandiri dan produktif.
“Kami membutuhkan bantuan dan dukungan dari pemerintah, seperti alat transportasi untuk angkut sampah warga,” ungkap Sugiarto.
Dengan bermodal karung, warga memilah sampah organik dan non-organik. Untuk kemudian sampah organik diolah menjadi pupuk kompos.
Sedangkan yag non-organik didaur ulang menjadi bermacam kerajinan, seperti tas dari plastik bekas, eco brick, dan sebagainya.
Perlu diketahui, Bank Sampah Al Hidayah sudah beroperasi selama delapan bulan. Bank ini telah menuai beragam prestasi yang patut dicontoh. Bahkan warga mengususngnya untuk berkompetisi pada penilaian Adipura tahun 2023.
Keberhasilan tersebut disambut hangat dan meraih apresiasi dari pihak Kelurahan Maluhu. Seperti yang diutarakan Lurah, Tri Joko Kuncoro berharap bank sampah ini bisa menjadi contoh bagi RT lain.
“Bank sampah ini bisa membantu warga dalam mengelola sampah dan menjadikannya sumber manfaat. Saya harap bank sampah ini bisa ada di setiap RT,” pungkasnya.
(adv/diskominfokukar/hae)
