Damkar Kukar Siaga 24 Jam, Tangani 900 Kasus Non-Kebakaran hingga Penyelamatan Hewan

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani.
Caption: Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA– Tidak hanya memadamkan api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) juga menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. Dari menyelamatkan hewan yang terjebak hingga mengevakuasi kendaraan yang terperosok, seluruh personel Damkar Kukar siap siaga 24 jam penuh untuk melayani masyarakat.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk harus ditindaklanjuti tanpa memandang besar kecilnya kejadian.

“Anggota selalu siap siaga 24 jam. Apa pun bentuk laporan dari masyarakat harus direspons, karena mereka menghubungi kami dan benar-benar membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Menurut Fida, laporan non-kebakaran seperti penyelamatan hewan, penanganan pohon tumbang, atau bahkan bantuan memasang tabung gas, bukanlah hal yang dianggap sepele.

Semua itu merupakan bagian dari tanggung jawab dan fungsi dinas sebagaimana tercantum dalam nomenklatur.

“Kalau masyarakat lapor ke Damkar, itu karena mereka memang tidak sanggup sendiri. Tidak ada yang berlebihan dalam penyelamatan makhluk hidup,” tegasnya.

Melalui layanan darurat 112, masyarakat dapat langsung menghubungi petugas untuk penanganan cepat. Seluruh laporan dicatat secara sistematis agar tidak ada yang terabaikan.

Hingga pertengahan tahun 2025, tercatat 900 laporan non-kebakaran telah ditangani oleh tim Disdamkarmatan Kukar.

“Penyelamatan itu mencakup kebakaran dan non-kebakaran. Kalau bisa dicegah sebelum ada korban, itu jauh lebih baik,” ujarnya lagi.

Untuk menjaga respons cepat, Disdamkarmatan Kukar menerapkan sistem shift dan on-call. Meski tidak semua petugas memiliki keahlian khusus seperti menyelam atau menangani kebakaran tipe tertentu, petugas off-duty tetap siap dipanggil kapan pun dibutuhkan.

“Kalau ada kejadian besar dan yang piket tidak punya skill khusus, kita hubungi petugas off-duty. Mereka tetap on-call dan siap datang kapan pun,” ucap Fida.

Selain kesiapsiagaan personel, pihaknya juga terus meningkatkan kemampuan internal melalui pelatihan teknis penyelamatan, termasuk pelatihan menyelam dan penanganan bencana.

Untuk memperkuat sarana operasional, Damkar Kukar telah mengajukan pengadaan satu unit kendaraan rescue Heavy Duty Truck lengkap dengan alat berat darat, air, dan udara, termasuk crane berkapasitas 4–6 ton.

“Alat ini penting, misalnya untuk mengangkat mobil yang terperosok. Saat ini kami belum punya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, rencana pembangunan pos pemadam baru di Kecamatan Kota Bangun Darat dan Muara Wis juga tengah diajukan untuk memperluas jangkauan layanan. Dengan langkah ini, Fida berharap Damkar Kukar semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami berharap Damkar Matan ini bukan sekadar pemadam kebakaran saja, tetapi juga representasi negara dalam bentuk paling nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+