Lompat ke konten utama

Bulan Puasa Nanti, Pasar Ramadan Wajib Bernuansa Islami

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Bulan puasa ramadan tinggal menghitung hari, itu artinya pasar penyaji takjil atau makanan yang beragam rupa dan rasanya akan hadir.

Menyambutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar rapat persiapan penyelenggaraan pasar Ramadan bersama OPD terkait di Balaikota Samarinda, Selasa (23/3/22).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyampaikan hasilnya bahwa pasar akan dimulai 2 April sampai dengan 28 April 2022. Pemkot juga akan menggelar pembukaan pasar Ramadan pada 4 April mendatang.

“Subtansinya tetap sama, tapi ada beberapa hal yang sedikit berbeda dan saya tekankan pasar Ramadan bukan hanya memindahkan pasar lapak ke dalam gor segiri,” ungkap Andi Harun.

AH sapaannya menegaskan, penyelenggaraan pasar Ramadan pada tahun ini akan sedikit berbeda. Seluruh penyewa lapak dagang diwajibkan menggunakan busana bernuansa islami.

“Jadi stannya harus mengikuti nuansa Ramadan. Penjualnya juga yang laki-laki berpakaian muslim, kemudian yang perempuannya juga menggunakan pakaian muslim,” ujarnya.

AH ingin pasar Ramadan kali ini tidak hanya sebagai wadah berdagang makanan, tapi juga sebagai wadah mendalami dan menyebarluaskan khasanan keislaman.

“Kali ini kita betul-betul buat pasar Ramadan, bukan hanya menampung orang jualan. Siar Ramadannya juga hidup,” tuturnya.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Muslimin membenarkan Pasar Ramadan yang biasa digelar di lahan parkir Gor Segiri akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Konsepnya wisata belanja Ramadan. Jika dulunya menggunakan tenda biasa, tahun ini bakal menggunakan tenda sarnafil,” kata Muslimin saat dikonfirmasi.

Hingga Minggu ketiga bulan Maret, sudah ada 90 penyewa yang mendaftar untuk mengisi kemeriahan pasar Ramadan nanti.

“Saat ini sudah ada 90 tenant yang mendaftar. Targetnya, 120 tenant. Termasuk fashion dan otomotif,” bebernya.

Muslimin menambahkan, hal yang tak kalah penting harus diperhatikan dalam kegiatan wisata belanja Ramadan yakni penerapan sistem pembayaran digital menggunakan metode Qris.

Pihaknya pun telah bekerja sama dengan Bankaltimtara. Ini sekaligus mendukung upaya Pemkot Samarinda mengajak publik untuk membiasakan diri dengan transaksi digital.

“Termasuk dengan pembayaran parkir. Pelan-pelan kita biasakan masyarakat berbelanja non tunai,” timpal Muslimin. (Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+