Basuki Hadimuljono Gantikan Bambang Susantono sebagai Plt Kepala Otorita IKN

Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono ditunjuk gantikan Bambang Susantono sebagai Plt Kepala Otorita IKN. (Ist)
Caption: Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono ditunjuk gantikan Bambang Susantono sebagai Plt Kepala Otorita IKN. (Ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pergantian kepemimpinan di tubuh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terjadi menyusul pengunduran diri Bambang Susantono.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Otorita IKN. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dalam keterangan pers yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin lalu.

Dalam perubahan struktural ini, tidak hanya Bambang yang mengundurkan diri, tetapi juga Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajoe. Posisi Dhony kini diisi oleh Raja Juli Antoni, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Pratikno menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa proyek pembangunan IKN dapat terus berjalan sesuai dengan rencana awal.

“Inisiatif ini diambil langsung oleh Presiden untuk memastikan bahwa visi Nusa Rimba Raya, yang menjadi fondasi pembangunan IKN, tetap terjaga,” ujar Pratikno.

Bambang Susantono, yang memiliki pengalaman luas sebagai ahli infrastruktur dan transportasi serta pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB), dilantik sebagai pimpinan Otorita IKN pada 10 Maret 2022 bersama dengan Dhony Rahajoe. Dhony, yang sebelumnya berkarier di Sinarmas Land, turut memberikan kontribusi dalam pembangunan IKN.

Keputusan Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan Bambang dan Dhony dari jabatan mereka diumumkan oleh Pratikno.

“Hari ini, Keputusan Presiden telah dikeluarkan yang menandai berakhirnya masa jabatan Bambang Susantono sebagai kepala Otorita IKN dan Dhony Rahajoe sebagai wakil kepala,” kata Pratikno, seraya menyampaikan terima kasih atas dedikasi mereka selama ini.

Surat pengunduran diri dari kedua pejabat tersebut telah diterima oleh Presiden beberapa waktu lalu, menandai babak baru dalam perjalanan pembangunan IKN.

“Presiden telah menerima surat pengunduran diri dari kedua pejabat tersebut dan mengambil langkah cepat untuk memastikan kelancaran proyek IKN,” tutup Pratikno.

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+