ADAKAH.ID, SAMARINDA – Akibat kelangkaan minyak goreng, Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda bakal atur pendistribusian minyak goreng agar redam kerumunan antrean.
Pasalnya, fenomena antrean terjadi di beberapa toko swalayan dan ritel yang membuat kekhawatiran timbul klaster baru di tengah situasi pandemi Covid 19.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Samarinda beri instruksi kepada Dinas Perdagangan untuk lakukan operasi pasar, sekaligus mendistribusi minyak goreng tipe curah ke seluruh kelurahan di Samarinda.
“Kita akan mendistribusikan minyak goreng curah itu langsung ke kelurahan, saya khawatir melihat ibu-ibu yang mengantre minyak goreng,” kata Andi Harun kepada awak media.
Selain redam kerumunan, rencana pendistribusian tersebut dilakukan guna hindari fenomena panic buying dari masyarakat.
Setali tiga uang, Pemkot Samarinda akan memastikan kesedian stok minyak goreng sebanyak 222.000 liter tersalurkan ke masyarakat.
Dikatakan pula, Dinas Perdagangan dan Perumda Varia Niaga akan menerapkan sistem kupon supaya minyak goreng terdistribusi secara merata. Namun demikian pembelian dibatasi maksimal 5 liter per orang.
Sistem tersebut diterapkan lantaran supaya mencegah kecurangan dalam pendistribusian. Dalam prosesnya, Pemkot juga akan bekerja sama dengan TNI/Polri untuk menjaga keamanannya.
Orang nomor satu di Samarinda itu meyakinkan masyarakat bahwa stok minyak goreng yang disediakan Pemkot dapat mencukupi kebutuhan hingga bulan Ramadhan mendatang. (Sam)
