ADAKAH.ID, SAMARINDA – Ribuan Mahasiswa dan pelajar kota Samarinda kembali unjukrasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) pada hari Selasa (13/9/2022) sore.
Sekira pukul 15.45 WITA, massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kaltim Membara (AMKM) tumpah ruah berjalan kaki dari Mesjid Islamic Center menuju ke titik aksi sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Humas aliansi, Sayid Ferhat menuturkan kebijakan kenaikan BBM bukan kali ini saja. Namun, sudah berkali-kali dari sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo saat ini. Menurutnya semua selalu menyengsarakan masyarakat Indonesia.
“Kala itu Presiden SBY menaikkan harga BBM dengan alasan untuk menyehatkan fiskal,” papar Ferhat.
“Dan secara resmi, kembali pada tanggal 3 September 2022, Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan garga BBM bersubsidi, dalihnya APBN tidak lagi mampu memberikan kompensasi subsidi beberapa jenis BBM, serta terjadi kenaikan harga minyak global malampaui yang ditetapkan Perpres,” jelasnya lagi.
Kebijakan menaikan harga BBM di tengah ekonomi masyarakat masih belum pulih benar pasca pandemi Covid-19, menurutnya merupakan kebijakan yang tidak berpihak rakyat kecil.
“Negara malah terkesan tidak serius dalam merumuskan bahkan menjalankan kebijakan yang mereka tetapkan secara nasional,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, ribuan massa unjukrasa mahasiswa dan pelajar kota Samarinda memadati depan pagar DPRD Kaltim. Menyampaikan aspirasi dan membakar ban. Sementara ruas Jalan Teuku Umar sementara ini tidak bisa dilalui kendaraan kecuali medis.
Mahasiswa ingin Ketua DPRD Kaltim bersama – sama menolak kenaikan BBM untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat.
Kepada masyarakat Samarinda, untuk mencari jalur alternatif.
Ribuan Petugas Keamanan Gabungan mengamankan jalannya aksi demonstrasi tersebut dengan peralatan lengkap. (Sam)
