Pentingnya Probebaya Berprespektif Difabel, SIGAB Gelar Sosialisasi di Kelurahan Karang Anyar

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) menggelar sosialisasi terkait pengenalan program dan pelatihan perspektif disabilitas bagi stakeholder tingkat kelurahan di Samarinda.

Kegiatan berlagsung di gedung LPM Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Jumat (8/7/2022) pagi. Turut hadir Lurah Karang Anyar, Babinkamtibmas, dan Babinsa.

Koordinator SIGAB Samarinda, Rica Rahim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan SIGAB dalam rangka menindaklanjuti hasil audiensi dengan Wali Kota Samarinda, Andi Harun (9/6/2022) lalu, dalam memberi assesment dan monitoring, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hak difabel dalam program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat (Pro Bebaya)

“Kami tidak ingin menambahkan program SIBAG masuk dalam Pro Bebaya, tapi kami disini hadir untuk membantu tim pelaksana (Pro Bebaya, Red) dalam hal memonitoring, mengevaluasi, mengedukasi, mengasesmen dan bahkan mengaplikasi,” ujar Rica kepada warga kelurahan Karang Anyar.

“Yang saya tahu dalam Pro Bebaya itu, 60 persen untuk infrastruktur dari anggaran awal, dan 40 persen untuk pemberdayaan dari anggaran perubahan,” imbuhnya.

Kegiatan SIGAB: Sosialisasi terkait pengenalan program dan pelatihan perspektif disabilitas bagi stakeholder tingkat kelurahan di Samarinda

Dari 60 persen anggaran pembangunan infrastruktur, lanjut Rica, harus mengakomodasi aksesibilitas atau infrastruktur khusus difabel. Diantaranya jalan yang bagus, Ramp atau jalan miring khusus kursi roda, dan juga segala fasilitas khusus lainnya dalam pelayanan publik.

Rica mencontohkan, misalnya Puskesmas, pihak kelurahan memiliki hak memberi asessesment untuk mengadvokasi fasilitas bagi difabel. Menurut Rica, tidak menutup kemungkinang pihak-pihak tersebut mengetahui namun tidak mengaplikasikan.

“Karena untuk kemiringan dan kelandaian Ramp untuk jalur kursi roda itu punya standarnya sendiri. Supaya pembangunan infrastruktur itu tidak sia-sia dan bisa digunakan seluruh masyarakat,” tegasnya

Termasuk dengan program pemberdayaan dalam Pro Bebaya, harus dapat melibatkan masyarakat penyandang difabel. Salah satunya yakni melibatkan difabel dalam penciptaan 10 ribu kewirausahaan. Rica menegaskan, dalam proses peciptaan usaha pihaknya tidak akan ikut campur.

“Tapi kami hanya ingin memastikan bahwa dalam program 40 persen pemberdayaan harus ada difabel,” katanya.

“Paling tidak di setiap RT ada minimal 2 (dua) orang difabel saja yang masuk dalam pemberdayaan, maka kita akan menuntaskan kemiskinan secara bersama, dan itu sesuai dengan visi misi Wali Kota,” tegas Rica.

Ibu dari tiga anak itu berharap terjadinya kerja sama dan sinergi yang harmonis antara kami tim SIGAB dengan seluruh pihak kelurahan, para ketua RT, dan masyarakat setempat.

Dirinya membeberkan bahwa nantinya di setiap kelurahan akan dibangun komunitas difabel, yang berisi para difabel dan keluarganya. Tujuannya agar dapat menangkap program-program pemerintah.

Sementara itu Lurah Karang Anyar, Rusminuryadin menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik terkait kehadiran SIGAB, termasuk pada kegiatan sosialisasi hari ini.

“Kami di Kelurahan sangat mendukung sekali, karena mereka (Difabel, Red) ini juga memiliki hak dan kesamaan di masyarakat, jadi semoga dengan kegiatan ini bisa mengkomunikasikan lagi,” ujar Rusminuryadin.

“Disampaikan tadi masalah sarana prasana dan pelayanan, tentu kami di kelurahan akan meningkatkan hal seperti itu di lingkungan kami di Karang Anyar ini,” imbuhnya.

Dalam realisasi Pro Bebaya, jelasnya, terdapat 38 Rukun Tetangga (RT) yang dibagi menjadi 4 Kelompok Masyarakat (Pokmas). Rusminuryadin menegaskan pihaknya akan mengkomunikasikan program SIGAB ini kepada seluruh RT.

“Ini penting, apalagi ini (Pro Bebaya, Red) ada kegaitan ekonomi, keterampilan, yang memang harus kita kembangkan dan itu menjadi suatu membangkitkan ekonomi bagi masyarakat sendiri, termasuk difabel,” pungkasnya.

Sebagai informasi, SIGAB bekerja sama dengan kotrak selama 10 bulan dengan 6 (enam) kelurahan diantaranya, Kelurahan Mugirejo, Air Putih, Air Hitam, Karanganya, Bandara, dan Kelurahan Temindung Permai.

Kegiatan sosialisasi pengenalan program dan pelatihan perspektif disabilitas telah berlangsung di 2 (dua) kelurahan, yang pertama Air Hitam dan hari ini Kayang Anyar. (Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+