Instagram, SAMARINDA – Musyarawah Organisasi Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tinggal menghitung hari.
Perebutan kursi ketua KONI Kaltim semakin sengit, hingga tudingan menyeret nama besar HM Aswin.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dikatakan mendukung salah satu bakal calon, Zairin Zain ketua Pelti, hingga menggunakan fasilitas negara dalam proses pemenangan.
Ketua Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Bapor Korpri) itu mengkonfirmasi keterlibatan instansinya saat ditemui awak media di kantornya.
“KONI ini kan organisasi yang dibentuk pemerintah, saya disini sebagai ketua Bapor Korpri, sekretariat saya yang diminta jadi tempat berkumpul,” ujar Aswin, Rabu (2/2/22).
Menurut Aswin, pihaknya juga tidak pernah meminta agar tim Zairin Zain menggunakan fasilitas kantornya. Dan lagi, tidak masalah jika ada agenda pertemuan.
“Saya tidak pernah meminta mereka. Tapi karena sebagian mereka pegawai negeri maupun pensiunan, tidak ada masalah kumpul disini,” ungkapnya.
Perlu diketahui, sambungnya, beberapa organisasi sempat berkantor di gedung Bappeda Kaltim. Salah satunya Global Green Growth Institute (GGGI).
“Jangankan KONI, disini ada juga organisasi internasional, GGI, GIZ. Apalagi Bapor Korpri, kalau cuma mau kumpul di belakang ya tidak masalah,” terangnya
“Lain hal kalau partai politik, itu tidak boleh. Ini memang untuk meningkatkan pembinaan olahraga,” tegas Aswin.
Aswin mengingatkan, pembinaan olagraga itu penting sehingga dibutuhkan penanganan yang lebih baik, dan anggaran yang tepat bagi cabang olahraga.
“Di daerah lain itu penanganannya lebih baik daripada kita. Di daerah lain itu sebagian besar anggaran olahraga itu berada di cabang olahraga. Kalau di sini kan hanya sebagian kecil saja,” pungkasnya.
Terkait anggaran, sebelumnya Agus Hari Kusuma selaku ketua I Bapor Korpri mengklaim gelontoran dana KONI Kaltim capai 1 Trilliun.
Menanggapi hal itu Aswin berharap, agar tidak ada rekayasa, juga pembinaan yang terarah. Ia menuturkan jangan sampai anggaran organisasi seperti pramuka ataupun olahraga melebihi anggaran dinas.
“Bayangkan anggaran dinas itu ada 3 miliar saja, anggaran dinas itu pegawainya pemerintah yang membangun kegiatan, masa anggarannya cuma 3 miliar,” tuturnya.
Kembali ditegaskan Aswin terkait tim pemenangan Zairin Zain yang melibatkan pegawai negeri.
“Begini, saya jadi Bapor Korpri, Agus itu ketua 1 Bapor Korpri, Pak Zairin ketua Pelti. Kenapa dulu memilih kita jadi pengurus, artinya kan tidak ada masalah. Apa pilih sembarang dari di pinggir jalan sana,” tegasnya.
“Pegawai negeri tidak ada masalah, karena kita ingin membangkitkan olahraga, dengan visi misi tentunya,” tutupnya.
