ADAKAH.ID, TENGGARONG – Perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mengejawantahkan visi besar Kukar Idaman terus dilakukan.
Hal itu ditunjukkan dengan peluncuran program RTku terbaik guna memotong jalur birokrasi agar pemerintah langsung menyentuh lini paling bawah, yakni rukun tetangga (RT).
Melalui program ini, setiap RT mendapatkan anggaran masing – masing Rp 150 juta. Ketua RT dapat menerima program ini melalui kantor Kecamatan.
Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Aulia Rahman Basri dan Wabup tidak menampik dari 17 program dedikasi yang diusung, masih banyak kekurangan di lapangan. Menyadari hal itu, Pemkab Kukar langsung menyediakan portal pengaduan khusus agar masyarakat bisa mengawal jalannya pemerintahan secara real-time.
“Masih banyak yang belum sempurna. Makanya kami harapkan ketua – ketua RT bisa menentukan skala rencana sesuai kebutuhan warga,” kata Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat lauching program di Aula Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang (23/6/2026).
Bupati juga berpesan kepada seluruh aparatur desa melayani warga jika program baru ini menemui kendala di lapangan.
“Program ini buatan manusia, masalah pasti ada. Kalau gak mau ada masalah, gak usah bekerja! Kalau ada masalah, sampaikan ke kepala desa untuk controlling, agar setiap rupiahnya benar-benar sampai ke masyarakat,” imbuhnya.
Kukar saat ini sedang bertaruh dengan waktu. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat berada di angka 3,43 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini diprediksi kian menantang karena sektor galian atau pertambangan mulai turun drastis sejak awal tahun 2025.
Namun, ada angin segar di luar sektor ekstraktif. Sektor non-tambang di Kukar justru melesat dan menunjukkan performa positif hingga 75 persen. Peluang inilah yang ingin ditangkap Pemkab Kukar untuk meletakkan fondasi ekonomi baru berbasis renewable industry (industri terbarukan).
Ada tiga sektor utama yang akan digenjot habis-habisan untuk menjadikan Kukar sebagai pusat baru di Kalimantan Timur.
Pertanian & Pangan menjadi primadona baru pengganti tambang untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Sedangkan Pariwisata bisa memaksimalkan potensi alam Kukar yang komplit, mulai dari destinasi air terjun, danau, hingga eksotisme Sungai Mahakam.
Sementara Seni & Warisan Budaya (Heritage) menguatkan sektor ekonomi kreatif lewat seni pertunjukan guna menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi warga.
Melalui program “RT-Ku TerBaik”, anggaran dan stimulus pembangunan dari tingkat kecamatan akan didistribusikan langsung ke tingkat RT. Langkah ini diambil untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong warga yang mulai luntur, sekaligus memastikan negara hadir di tengah-tengah masyarakat.
Bupati berharap, program ini bisa menjadi mesin penggerak yang membawa maslahat, bukan justru memicu masalah baru di tingkat bawah. (J)
