ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kesenjangan ekonomi desa masih menjadi tantangan besar di Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) pun mendorong lahirnya desa mandiri dengan fokus pada pengembangan kewirausahaan dan pelatihan bagi rumah tangga miskin.
Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Ahmad Irji, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan bagian dari strategi menekan angka kemiskinan di pedesaan.
“Secara prinsip, kegiatan ini bertujuan untuk pembinaan dan peningkatan kapasitas UKM serta ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.
Data DPMD mencatat pada 2024, program ini sudah menjangkau Desa Bukit Raya di Kecamatan Samboja dan Desa Sungai Meriam di Kecamatan Anggana.
Keduanya menunjukkan hasil positif dengan tumbuhnya kelompok usaha baru dan meningkatnya keterlibatan rumah tangga miskin dalam pelatihan ekonomi.
Irji menyebut pendekatan pembangunan desa dilakukan secara holistik, dengan target jelas melalui Indeks Desa Membangun (IDM) yang menilai ketahanan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Konsepnya adalah kita ‘keroyok’ desa agar bisa mandiri. Pemerintah menargetkan agar desa dapat naik status dari desa tertinggal menjadi desa berkembang, kemudian menjadi desa maju, dan pada akhirnya menjadi desa mandiri,” tegasnya.
Contoh nyata adalah UKM Mawar di Desa Sepatin, yang berhasil menembus pasar hotel dengan produk kerupuk udang khas lokal.
Menurut DPMD, kisah sukses ini membuktikan bahwa pendampingan yang tepat dapat membuat UKM desa berdaya saing.
Ke depan, DPMD Kukar berharap semakin banyak UKM yang mampu mandiri tanpa terus bergantung pada bantuan pemerintah.
Program ini diyakini dapat mempersempit kesenjangan sosial sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan pedesaan secara berkelanjutan. (Adv)
