ADAKAH.ID, SAMARINDA – Timnas Indonesia akan menghadapi salah satu ujian terberat di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ketika bersua Arab Saudi pada laga lanjutan grup. Meski datang sebagai underdog, skuad Garuda diyakini masih memiliki peluang untuk mencuri poin jika mampu bermain disiplin dan efisien.
Secara peringkat dan pengalaman, Arab Saudi jauh lebih unggul. Tim berjuluk Green Falcons itu merupakan langganan Piala Dunia dan sempat mencuri perhatian dunia setelah mengalahkan juara dunia Argentina di fase grup Piala Dunia 2022 Qatar.
“Arab Saudi adalah tim besar di Asia. Mereka punya organisasi permainan yang rapi, pemain berpengalaman, dan mental juara,” ujar analis sepak bola Asia, John Duerden, dikutip dari ESPN FC (7/10/2025). “Namun, sepak bola bukan soal siapa yang lebih kuat di atas kertas. Indonesia punya dinamika permainan yang bisa merepotkan lawan.”
Energi Baru dan Semangat Tinggi
Di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivert, Timnas Indonesia menunjukkan progres signifikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Performa solid di lini tengah serta kecepatan lini serang yang dimotori pemain muda seperti Marselino Ferdinan, Rafael Struick, dan Ivar Jenner menjadi modal penting menghadapi tim sekelas Arab Saudi.
“Indonesia kini bukan lagi tim yang mudah dikalahkan,”. “Mereka bermain lebih berani, disiplin, dan agresif dalam menyerang. Jika mampu menjaga fokus selama 90 menit, peluang mencuri poin selalu terbuka,” tulis The AFC Review.
Selain itu, dukungan publik yang luar biasa juga diyakini menjadi kekuatan tersendiri. Bermain di kandang, atmosfer stadion diprediksi akan memberi tekanan besar bagi tim tamu.
Strategi Jadi Kunci
Meski demikian, menghadapi kekuatan besar seperti Arab Saudi jelas tidak mudah. Indonesia harus tampil disiplin di lini belakang serta memanfaatkan transisi cepat saat menyerang.
“Yang terpenting adalah tidak membiarkan Arab Saudi menguasai tempo permainan. Jika Indonesia bisa memanfaatkan celah dalam serangan balik, kejutan bukan hal yang mustahil,” kata analis taktik Asia Barat, Ahmed Al-Mutairi, kepada Al Riyadh Daily.
Secara statistik, Indonesia memang belum pernah menang atas Arab Saudi dalam laga resmi. Namun, dengan peningkatan kualitas skuad serta pengalaman pemain yang kini banyak berkarier di luar negeri, jarak kualitas itu kian menipis.
“Mencuri satu poin dari Arab Saudi akan terasa seperti kemenangan,” tulis Goal Asia dalam analisanya. “Tetapi sepak bola selalu penuh kejutan, dan Indonesia saat ini memiliki potensi untuk menciptakan salah satunya.”
Pertandingan ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana perkembangan sepak bola Indonesia di level Asia. Meski di atas kertas lebih lemah, semangat juang Garuda, taktik yang tepat, dan dukungan suporter bisa menjadi faktor pembeda. Jika semua aspek berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Indonesia pulang dengan hasil bersejarah.
