ADAKAH.ID, SAMARINDA — Kasus pembunuhan tragis yang terjadi di Dusun Muara Kate, Kecamatan Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi sorotan publik. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menyampaikan keprihatinannya atas tewasnya Rusel, yang diduga terkait sengketa tambang ilegal di kawasan tersebut.
“Harapan saya, pelaku yang belum tertangkap bisa segera diamankan, agar penyelesaian kasus ini bisa dipercepat,” ujar Yenni, Kamis (31/7/2025).
Sampai kini, salah satu pelaku masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), memicu perhatian masyarakat. Bahkan, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, hadir langsung di Muara Kate untuk meninjau kondisi dan menampung keluhan warga terkait masalah tambang yang masih belum terselesaikan.
Yenni menekankan bahwa permasalahan di balik pembunuhan ini harus diungkap sepenuhnya. “Jangan sampai ada faktor tersembunyi yang belum terungkap ke publik,” katanya. Ia mendorong aparat kepolisian untuk menuntaskan proses hukum agar rasa keadilan dapat ditegakkan.
Selain aspek hukum, Yenni juga menyoroti penggunaan infrastruktur jalan houling milik perusahaan tambang Haji Isam. Ia mendukung dibukanya jalan tersebut untuk kepentingan bersama, demi kelancaran mobilitas dan peningkatan keamanan masyarakat sekitar.
“Jalan houling jika dibuka untuk kepentingan bersama tentu akan mempermudah mobilitas dan juga meningkatkan keamanan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Politisi PKB ini menegaskan pentingnya kerja sama antara perusahaan tambang, masyarakat lokal, dan pemerintah daerah agar konflik serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan korban jiwa di masa depan.
(adv/dprdkaltim/o)
