Damayanti Soroti Program 100 Hari Gubernur Kaltim untuk Tekan Pengangguran

Damayanti Soroti Program 100 Hari Gubernur Kaltim untuk Tekan Pengangguran.(ist)
Caption: Damayanti Soroti Program 100 Hari Gubernur Kaltim untuk Tekan Pengangguran.(ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, memberikan perhatian khusus terhadap capaian 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, terutama dalam upaya menekan masalah pengangguran di Benua Etam.

Masalah pengangguran di Kaltim masih menjadi perhatian utama, meskipun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami fluktuasi. Penurunan TPT diikuti peningkatan jumlah angkatan kerja, sehingga jumlah pencari kerja potensial tetap tinggi.

Beberapa faktor penyebab pengangguran antara lain dampak pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya hilang, serta ketimpangan antara kualifikasi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Pengangguran berdampak pada kesejahteraan masyarakat, pendapatan daerah, dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus menekan angka pengangguran melalui program pelatihan dan penempatan kerja, dengan sektor konstruksi dan pertambangan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Data terkait pengangguran yang dipublikasikan BPS Kaltim menjadi acuan bagi pengambilan kebijakan.

Damayanti menilai program-program yang digulirkan pasangan kepala daerah sejak awal pemerintahan sangat menjanjikan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita semua berharap visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur dapat terealisasi dengan baik dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Damayanti, Sabtu (5/7/2025).

Ia menekankan agar pelaksanaan program tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi kualitas hasil yang dirasakan masyarakat menjadi prioritas. “Pelaksanaan program jangan hanya fokus pada aspek teknis saja, tetapi kualitas hasil yang dirasakan masyarakat harus jadi prioritas,” tambahnya.

Damayanti juga mengingatkan agar kegiatan pelatihan, pemberdayaan tenaga kerja, dan penciptaan lapangan kerja baru tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi solusi konkret dalam mengatasi pengangguran struktural di Kaltim.

(adv/dprdkaltim/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+