ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kecamatan Sangasanga terus berupaya memperkuat citra sebagai kota bersejarah dengan menerapkan pendekatan digital dalam sektor pariwisata. Melalui program “Wisata Kota Juang”, lima situs sejarah utama kini dilengkapi barcode interaktif yang memuat informasi historis dan narasi perjuangan lokal.
Camat Sangasanga, Dachri, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. “Pengunjung cukup memindai barcode dengan ponsel mereka untuk mengakses informasi sejarah. Ini jauh lebih praktis dan menarik dibanding papan keterangan konvensional,” katanya, Selasa (20/5/2025).
Kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara juga tengah diperluas agar seluruh situs sejarah di wilayah Sangasanga dapat terdigitalisasi. Menurut Dachri, pengalaman wisata berbasis teknologi akan mendorong keterlibatan pengunjung secara aktif dan edukatif.
Namun, ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan satu-satunya fokus. Pemerintah kecamatan juga sedang merancang pengembangan jalur pedestrian dan fasilitas publik di sekitar kawasan wisata. “Kenyamanan pengunjung tetap prioritas. Akses jalan dan ruang tunggu harus layak agar pengalaman berwisata tidak mengecewakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelibatan masyarakat lokal sangat penting, baik dalam menjaga kelestarian situs maupun sebagai pelaku ekonomi wisata. Pemerintah desa di wilayah Sangasanga diimbau untuk ikut serta dalam promosi dan pengelolaan kawasan sejarah.
“Kalau dikelola serius, wisata sejarah bisa menjadi penggerak ekonomi baru di Sangasanga. Ini bukan sekadar pelestarian, tapi investasi jangka panjang,” pungkas Dachri.
(adv/diskominfokukar/o)
