ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Desa Loa Raya kini memfokuskan upaya peningkatan pelayanan publik dengan memanfaatkan fasilitas baru yang lebih representatif. Kepala Desa Loa Raya, Martin, menekankan bahwa keberadaan kantor desa yang baru bukan sekadar soal fisik, melainkan simbol perubahan pola kerja dan pendekatan pelayanan yang lebih inklusif.
Menurut Martin, kantor desa harus menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat mengurus administrasi, tetapi juga pusat informasi, pelatihan, dan diskusi produktif yang bermanfaat bagi warga.
“Dengan fasilitas yang memadai, kami ingin masyarakat merasa lebih mudah mengakses layanan dan semakin percaya pada kinerja pemerintah desa,” ujar Martin, Senin (24/3/2025).
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kabupaten dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Martin mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak akan tercapai tanpa kolaborasi dan kepercayaan penuh dari masyarakat.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, dalam kunjungannya ke Loa Raya, menegaskan bahwa hadirnya kantor desa baru harus dibarengi dengan transformasi pola pikir aparatur. Edi meminta seluruh perangkat desa untuk mengubah budaya kerja agar lebih melayani dan responsif terhadap kebutuhan warga.
“Gedung baru harus sejalan dengan semangat kerja baru. Aparatur desa harus menjadi pelayan masyarakat, bukan sebaliknya,” tegas Edi.
Lebih jauh, Edi berharap keberadaan kantor baru dapat mempercepat pelayanan administratif, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjadi pusat kegiatan produktif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Setelah momentum peresmian, semangat kebersamaan semakin terasa saat ratusan warga berkumpul dalam acara buka puasa bersama. Momen ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa.
Martin pun mengajak seluruh warga untuk menjaga fasilitas desa sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun Loa Raya yang lebih maju.
“Kalau kita bisa jaga kekompakan, maka bukan hanya kantor desa yang bagus, tapi seluruh desa akan berkembang,” pungkasnya.
(adv/diskominfokukar/o)
