ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang. Melalui program pertanian digital, sektor ini didorong menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi anak muda.
Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, mengatakan teknologi modern mampu mengubah citra pertanian dari pekerjaan fisik menjadi bidang yang inovatif. “Banyak anak muda belum melihat pertanian sebagai bidang yang menjanjikan. Padahal, dengan teknologi digital seperti pertanian presisi, IoT, dan aplikasi pertanian, sektor ini bisa sangat menguntungkan,” ujar Tego, Sabtu (15/3/2025).
Penerapan drone, sensor tanah berbasis IoT, serta irigasi otomatis kini mulai dikenalkan kepada kelompok muda. Pemerintah juga merancang program inkubasi untuk pelatihan pengelolaan lahan berbasis data dan pemasaran lewat e-commerce.
Menurut Tego, tantangan regenerasi petani tak hanya soal teknologi, tetapi juga modal dan pasar. Karena itu, pihaknya menjembatani petani muda dengan akses pembiayaan dan kerja sama distribusi lewat koperasi hingga marketplace.
“Anak muda harus memiliki pola pikir bisnis agar pertanian menjadi usaha berkelanjutan, bukan sekadar bertahan hidup,” katanya.
Kolaborasi dengan universitas dan startup agritech juga disiapkan agar transfer ilmu dan teknologi bisa merata. Pemerintah yakin, jika dikelola secara digital, sektor pertanian bisa bersaing di pasar nasional hingga global.
“Kami ingin pertanian jadi sektor keren dan modern yang dilirik anak muda sebagai pilihan karier,” pungkas Tego.
(adv/diskominfokukar/o)
