ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Marangkayu, salah satu kawasan strategis ketahanan pangan di Kutai Kartanegara, menitikberatkan sektor pertanian dan perkebunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026.
Sebelas kepala desa, perwakilan organisasi kecamatan, dan Bappeda Kukar hadir dalam forum tersebut untuk menyampaikan dan menelaah usulan dari masyarakat.
Meski harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran akibat refocusing APBD, sektor pertanian tetap menjadi prioritas. Camat Marangkayu, Ambo Dalle, menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan program pangan di wilayah ini.
“Distanak dan Disbun menyampaikan bahwa akan banyak program diarahkan ke Marangkayu, karena kita masuk kawasan pangan strategis,” ujar Ambo, Jumat (7/3/2025).
Salah satu program unggulan adalah Brigade Pangan, inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan mencetak petani muda dan mendorong swasembada.
“Marangkayu menjadi kecamatan percontohan. Kita berharap ini bisa menarik generasi muda terlibat di sektor pertanian,” jelasnya.
Sejumlah usulan pembangunan lainnya meliputi perbaikan jalan antar desa, pembangunan Posyandu, serta bantuan alat usaha bagi petani dan peternak. Namun, keterbatasan fiskal membuat tak semua bisa segera direalisasikan.
“Karena refocusing, dinas masih berhati-hati menyampaikan program. Kami tetap kawal agar usulan desa masuk RKPD 2026,” tutur Ambo.
Ia menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk terus berkoordinasi dengan desa dan dinas terkait.
“Kita pastikan yang diprioritaskan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Marangkayu,” ujarnya. (adv/diskominfokukar/o)
