Pemkab Kukar Bakal Perbaiki Jaringan Akses Air Bersih

Pemkab memperbaiki jaringan PDAM dan mengintegrasikan pembangunan air bersih dengan infrastruktur lain. (Ist)
Caption: Pemkab memperbaiki jaringan PDAM dan mengintegrasikan pembangunan air bersih dengan infrastruktur lain. (Ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan utama di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terutama di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Banyak warga masih bergantung pada sumur gali, air hujan, atau membeli air dari pedagang keliling dengan harga mahal.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyebut luas wilayah Kukar yang mencapai 27.263 km² dan kondisi geografis menjadi tantangan besar dalam pemerataan distribusi air bersih.

“Beberapa dusun letaknya jauh dari desa induk, terpisah oleh sungai atau berada di perbukitan,” kata Edi, Senin (3/3/2025).

Rahmat, warga Kecamatan Sebulu, mengeluhkan pasokan air PDAM yang kerap terputus. “Kadang airnya ada, kadang tidak. Kalau macet, kami beli air jerigen Rp10 ribu,” ujarnya.

Siti dari Desa Muara Kaman juga mengandalkan sumur gali dan air hujan. “Kalau musim kemarau, sumur kering dan kami terpaksa beli air,” katanya.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Kukar mengandalkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang telah membangun 60 unit sistem air bersih hingga 2024. “Kapasitas awal hanya 2 liter per detik. Kebutuhan bisa meningkat jadi 5–10 liter. Ini yang kami optimalkan,” jelas Edi.

Pemkab juga memperbaiki jaringan PDAM dan mengintegrasikan pembangunan air bersih dengan infrastruktur lain.

“Air bersih adalah hak semua warga. Kami berkomitmen menjadikannya prioritas,” tegas Edi. (adv/diskominfokukar/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+