Wali Kota Andi Harun Klarifikasi Video Viral di Citra Niaga

Caption: Wali Kota Samarinda, Andi Harun.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun angkat bicara menanggapi video viral yang memperlihatkan dirinya menegur pedagang saat aksi gotong royong membersihkan kawasan Citra Niaga pada Minggu (11/5) kemarin.

Video yang beredar luas di media sosial itu disebutnya telah dipotong dan dinarasikan secara negatif, sehingga tidak menggambarkan konteks lengkap kejadian.

Dalam keterangannya, Andi Harun menegaskan, insiden di Citra Niaga sengaja disajikan tanpa konteks utuh.

“Video ini dipotong dan dinarasikan jelek. Urusan dengan orang yang sifatnya pembenci tak pernah padam itu tidak ada gunanya. Mereka hanya fokus pada keburukan,” tegasnya saat diwawancarai (14/5).

Ia menjelaskan, teguran kepada pedagang dalam video tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Samarinda menertibkan kawasan Citra Niaga yang kerap dikeluhkan pedagang lama.

Salah satu masalah utama adalah tidak tersedianya toilet oleh pemilik usaha, sehingga pengunjung kerap buang air sembarangan.

Andi Harun menyoroti ketidak konsisten pemilik usaha asal Balikpapan dalam mengelola fasilitas.

“Saya tanya, mau tidak kalau di Balikpapan ada lokasi kumuh seperti ini? Tentu tidak. Kalau di Balikpapan bisa tertib, di Samarinda juga harus,” ujarnya.

Pemilik usaha yang ditegur dalam video disebutkan telah beberapa kali mendapat peringatan dari Pemkot, bahkan sempat ditutup sementara selama tiga hari.

Saat ini, operasional usaha tersebut dibatasi hingga pukul 23.00 WITA.

“Mereka buka seenaknya, tidak sediakan toilet, dan sampahnya dibersihkan orang lain. Ini tidak adil,” tambahnya.

Andi Harun mengungkapkan, aksi gotong royong pada 11 Mei lalu melibatkan seluruh pegawai Pemkot yang turun bekerja di hari libur.

“Ini bentuk komitmen kami menjaga kebersihan kota. Tapi tanggung jawab pemilik usaha juga harus jelas,” tegasnya.

Meski dikritik sejumlah akun media sosial, Wali Kota dua periode ini tetap mengapresiasi warga yang memberikan masukan konstruktif.

“Banyak juga netizen yang objektif dan mendukung upaya penertiban. Kritik baik kami terima, tapi yang hanya menyebar kebencian tak perlu ditanggapi,” tegasnya.

Keluhan utama pedagang dan pengunjung Citra Niaga, adalah minimnya fasilitas sanitasi. Andi Harun menegaskan, Pemkot akan terus mendorong pemilik usaha untuk menyediakan toilet demi kenyamanan publik.

“Kalau mau berbisnis, tanggung jawab sosial harus diutamakan,” pungkasnya. (Do)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+