ADAKAH.ID, SAMARINDA – Ditengah curah hujan tinggi yang mengguyur Samarinda sejak dini hari, puluhan warga Harapan Baru melakukan aksi penutupan jalan masuk perusahaan Cipta Krida Bahari (CKB) pada pukul 11.00 WITA.
Aksi ini merupakan bentuk protes warga terhadap aktivitas PT Tiara Marga Trakindo yang diduga memperparah banjir di wilayah mereka.
Harsono, salah satu warga Harapan Baru, mengkonfirmasi aksi hari ini dilakukan secara spontan sebagian warga yang kesal karena rumah mereka terus terendam banjir.
“Aksi hari ini spontan karena banjir terus terjadi. Besok kami akan demo dengan massa yang lebih besar,” kata Harsono.

Menurut warga, PT Tiara Marga Nusantara telah melanggar kesepakatan dengan melakukan pengurukan anak sungai, padahal seharusnya PUPR yang menangani penurapan. Akibatnya, tujuh RT di Harapan Baru (RT 19-23, 26-27) rutin terkena banjir.
Warga akan menggelar demonstrasi pada Selasa (13/5) besok dengan membawa dua tuntutan:
- Penghentian kegiatan PT. TMT di Sungai Loa Lai.
- Mengembalikan urukan tanah dan pancang dinding penahan tanah di Sungai Loa Lai RT.14 Kel Harapan Baru, agar warga tidak mengalami banjir di kemudian hari.
Menanggapi hal ini, PT. Tiara Marga Trakindo melalui surat resmi No. 014/TP-TMT/AM/MGR/V/2025 yang diterima media ini menyatakan, penghentian sementara proyek Dinding Penahan Tanah hingga tercapai kesepakatan dengan warga dan dinas terkait.
Surat yang ditandatangani Operation Manager, Yoga Yudhystira Boer ini juga dikirimkan ke berbagai instansi terkait termasuk DPMPTSP, PUPR, Kepolisian, dan pemerintah setempat.
Meski proyek telah dihentikan sementara, warga tetap akan melanjutkan rencana demonstrasi besok untuk memastikan tuntutan mereka dipenuhi secara permanen.
“Kami ingin bertemu langsung dengan manajemen PT. TMT besok,” tegas Harsono.(Do)
