ADAKAH.ID – Jembatan Mahakam I menjadi sorotan. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin yang akrab disapa Ayub menegaskan meskipun jembatan tersebut masih aman untuk dilintasi kendaraan, ketiadaan fender membuatnya rentan terhadap tabrakan kapal.
“Balai sudah jelas menyatakan, Jembatan Mahakam I masih aman untuk dilintasi kendaraan di atasnya. Uji petik dan sebagainya telah dilakukan. Namun, balai tidak pernah menyatakan aman untuk penggolongan, artinya selama fender tidak ada, maka jembatan rentan untuk ditabrak,” ujar Ayub sapaannya.
DPRD Kaltim merekomendasikan penutupan sementara kolong Jembatan Mahakam I hingga fender pengaman dipasang.
Menurut Ayub, langkah ini diperlukan untuk mencegah risiko kecelakaan yang dapat membahayakan masyarakat.
“DPRD Kaltim menyatakan pendapatnya, kami merekomendasikan untuk melakukan penutupan sementara sampai dipasangnya fender, karena keselamatan manusia lebih penting dari segala-galanya,” tambahnya.
Penutupan kolong jembatan ini dapat dilakukan setelah adanya kepastian dari pihak yang bertanggung jawab terhadap penggantian fender.
Selama proses pemasangan atau pembuatan fender berlangsung, lalu lintas kapal di bawah jembatan sebaiknya dihentikan sementara demi keamanan.
Ayub juga mengkritik sikap Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Pelindo yang dinilai tidak menunjukkan komitmen dalam menyelesaikan persoalan ini.
“KSOP seharusnya mengamankan jembatan tersebut dari tabrakan. Namun, yang terjadi malah KSOP menghilang, Pelindo menghilang, tanggung jawab pergantian fender tidak ada, tanggung jawab terhadap jembatan retak juga tidak ada,” tegas Ayub.
DPRD Kaltim berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dan mengambil langkah-langkah konkret guna memastikan keselamatan masyarakat.
“Kami dalam waktu dekat akan melakukan upaya-upaya agar keselamatan masyarakat Kaltim dapat kita jaga. Kami akan berusaha terus untuk melakukan penutupan di kolong jembatan,” tutup Ayub.
Polemik ini menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih baik antara DPRD, KSOP, dan Pelindo dalam menjaga keamanan infrastruktur vital seperti Jembatan Mahakam I.
Keputusan penutupan sementara diharapkan dapat menjadi langkah preventif untuk menghindari potensi kecelakaan di masa mendatang. (adv/dprdkaltim/do)
