Menurut laporan resmi dari Dinas Damkar Kota Samarinda, penyebab api diduga karena arus pendek aliran listrik yang terjadi lantai dua salah satu rumah warga.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat dari arus pendek aliran listrik di lantai 2 salah satu rumah dan saat ini masih menunggu tindaklanjut penyeldikan pihak kepolisian,” Kata pihak Damkar dalam penyampain laporan kebakaran.
Dari data yang dikeluarkan secara resmi oleh pihak Damkar Kota Samarinda,total bangunan yang dilahap sijago merah ini sebanyak 2 unit rumah tunggal yang dihuni dari dua KK (Kartu Keluarga) yang terdiri dari sembilan jiwa serta 20 unit ruangan kelas dari bangunan SMPN 5 Samarinda dengan luas area yang terbakar seluas 25 x 40 Meter.
Lebih lanjut, Damkar Kota Samarinda juga menyampaikan ada “tiga orang yang mengalami sesak nafas pada saat proses pemadaman api berlangsung”.
Putra yang merupakan salah satu Relawan dari Pasukan Mencegah Kebakaran (PMK) Swasta mengutarakan api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian.
“Kita bisa memadamkan api itu membutuhkan waktu sekitar 2 jam prosesnya,” ungkapnya.
Putra juga menjelaskan beberapa faktor yang membuat proses pemadaman memakan waktu yang cukup lama hingga api dapat bisa meyebrang ke kawasan SMPN 5.
“Yang membuat kita terkendala itu akses jalannya yang sempit, sehingga kita agak sulit dalam proses pemadaman dan disini agak susah mencari sumber air,” pungkasnya.
