Pembatalan Nobar Film Eksil di Samarinda Diakui Kesalahan Internal, Legal CGV Indonesia: Kami Usahakan Tayang Reguler

Pembatalan nonton bareng (Nobar) Film Eksil di Samarinda menyeret insitusi Polresta Samarinda, Legal Manager CGV Indonesia angkat bicara. (Dok)
Caption: Pembatalan nonton bareng (Nobar) Film Eksil di Samarinda menyeret insitusi Polresta Samarinda, Legal Manager CGV Indonesia angkat bicara. (Dok)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Beberapa waktu lalu, tepatnya hari Jumat (23/2/2024) perwakilan dari CGV Samarinda didampingi dua orang dari CGV Indonesia menemui panitia penyelennggara nonton bareng (Nobar) film Eksil, di salah satu kedai di bilangan jalan Harmonika, Samarinda Ulu, Kota Samarinda

Kilas balik.Agenda Nobar Eksil dijadwalkan pada Kamis (22/2), penyelenggara mengaku telah membayar sejumlah uang muka untuk sewa salah satu cinema. Namun sehari sebelum pemutaran film Eksil, pihak CGV Samarinda menghubungi salah seorang penyelenggara. Mereka menginformasikan bahwa pihaknya belum bisa memutar film tersebut.

“Kami menerima info dari pihak manajemen CGV bahwa tidak boleh tayang karena perlu surat izin keramaian,” kata Wisnu Juliansyah, salah satu koordinator penyelenggara nobar film Eksil di Samarinda.

Sementara itu, Wawan, salah satu dari tim penyelenggara nobar, mengatakan film Eksil tersebut mendapat respon cukup antusias oleh warga Kota Samarinda. Terbukti dari pembelian tiket yang membeludak.

“146 orang penonton sudah membeli tiketnya,” kata Wawan.

Tim penyelenggara mengaku kecewa terhadap sikap CGV yang berbalik 180 derajat. Tim penyelenggara juga sudah berkoordinasi untuk menyewa salah satu studio di cinema 2 yang memiliki kapasitas 146 penonton.

“Kami sudah membayar uang muka sebesar Rp.2.025.000 pada Jumat, 16 Februari 2024,” ujarnya. Namun, saat perwakilan penyelanggara menemui kembali pihak CGV Samarinda, mereka mengatakan acara nobar bisa dilaksanakan dengan syarat baik dari pihak CGV maupun tim penyelenggara nobar film eksil ini mengurus izin keramaian di Polresta Samarinda.

Polresta Samarinda Bantah Terlibat Pembatalan Nobar Film Eksil

Terkait pembatalan nobar film Eksil di CGV Samarinda yang menyebut harus ada izin keramaian, tidak ada hubungannya dengan Polresta Samarinda. Hal tersebut ditegaskan Kasi Humas Polresta Samarinda, Iptu Muhammad Rizal Zein. Lagipula, ia menyampaikan, untuk pemutaran film di bioskop seperti CGV tidak perlu izin keramaian.

“Tidak ada campur tangan Polresta Samarinda, Kami juga bingung dan baru tahu tentang film Eksil. Mungkin ada masalah internal antara CGV dan panitia,” terangnnya.

Usai Viral CGV Pusat Mengaku Salah, dan Berupaya Tayangkan Eksil secara Reguler

Tak bisa dipungkiri pembatalan agenda nobar film Eksil tersebut mendapat respon dan menjadi topik hangat untuk beberapa waktu kemarin. Media online lokal hingga nasional turut memberitakan. Termasuk juga akun sosial media di Instagram turut mengdongkrak informasi.

Terkait pertemuan pada Jumat (23/2) lalu, perwakilan CGV Samarinda yang didampingi dua orang dari CGV Pusat mengkonfirmasi bahwa pembatalan agenda nobar film Eksil benar-benar kesalahan internal mereka.

“Kesimpulannya kami tidak mendapat tekanan dari instansi manapun ataupun aparat, kami sedang memperjuangkan film yang lolos LSF (lembaga sensor film) bisa tayang di jam reguler,” kata Raddy Raditya Djatnika selaku Legal Manager CGV Indonesia

“Kami menyayangkan teman-teman cinema yang lain yang belum memasukkannya ke jadwal regulernya. Kalau kami jadi pemrakarsa, kan kami yang berhasil menayangkan di jam reguler. Makanya kami mencari aman dari semua sisi, jadi jangan sampai ketika kami nanti menayangkan di jam reguler ada pihak yang keberatan,” jelasnya lagi.

Raddy Raditya Djatnika juga menjelaskan kesalahan internal yang mereka maksud adalah selain di Jakarta, tidak ada yang masuk ke jam reguler. Ia mengaku tidak berani bila tidak ada cinema lalnnya di daerah yang menayangkan secara reguler.

Setali tiga uang, Aditya sapaanya, menegaskan terkait isu pelarangan yang melibatkan Polresta Samarinda, pihaknya menangkal hal tersebut. “Intinya kami tidak ada masalah dengan pihak aparat, ini hanya kesalahpahaman saja,” ungkap Aditya.

Ditanyai soal kelanjutan pemutaran film Eksil di Samarinda, “Kami lagi berusaha,” tandasnya.
(HI)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+