Anggota Dewan Kaltim Akhmed Reza Fachlevi Salurkan Bantuan Usaha untuk Warga Kukar

Caption: Komisi IV DPRD Katim dan Dinas Sosial Provinsi Kaltim bersama mitra kerjanya menjalankan program bantuan untuk Kelompok Usaha Bersama dan Wanita Rawan Sosial dan Ekonomi, Kamis (30/11).(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, Komisi IV DPRD Katim dan Dinas Sosial Provinsi Kaltim bersama mitra kerjanya menjalankan program bantuan untuk Kelompok Usaha Bersama dan Wanita Rawan Sosial dan Ekonomi (WRSE).

Kali ini Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi berkesempatan meyerahkan bantuan kepada kelompok-kelompok tersebut di Kelurahan Muara Jawa Tengah, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (30/11/2023).

Akhmed Reza Fachlevi mengatakan, sangat mendukung program dari Dinas Sosial Kaltim.

Menurutnya, pemberian bantuan berupa sembako melalui kelompok usaha bersama bagi yang kurang mampu merupakan salah satu cara untuk pengentasan dan mengurangi angka kemiskinan di daerah Kaltim.

“Melalui APBD Provinsi Kaltim yang dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi Kaltim dan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD. Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan terus menerus dan berkelanjutan sampai menyentuh setiap RT, mungkin cakupan usahanya bisa lebih luas lagi. Seperti usaha menjahit, UMKM, perbengkelan, multimedia dan lainnya,” ungkap pria yang akrab disapa Reza itu menjelaskan.

Reza juga berharap, program ini terus berlanjut agar masyarakat yang belum menerima juga memperoleh bantuan serupa.

“Bantuan dalam bentuk Sembako ini merupakan bantuan modal yang diharapkan bisa terus bergulir untuk warga. Sehingga nantinya bisa mandiri secara ekonomi. Semoga sinergi seperti ini bisa berlanjut dan terus ditingkatkan,” kata pejuang politik dari Partai Gerindra itu menambahkan.

Ardani yang mewakili Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhamad Ishak mengatakan, program bantuan tersebut merupakan program prioritas untuk masyarakat dapat hidup mandiri.

“Ini merupakan program percepatan penurunan angka kemisikinan sebagai program prioritas, dengan memberikan bantuan kepada kelompok usaha bersama untuk mempercepat mereka hidup mandiri dengan usaha-usaha yang telah mereka kuasai dan jalankan,” kata Ardani.

Begitu pula untuk ibu-ibu yang tergolong WRSE juga menerima bantuan untuk kemandirian ekonomi dan keluarganya. Menurut Ardani, program-program tersebut merupakan program jangka panjang yang akan dijalankan secara berkelanjutan.

“Untuk wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) juga diberikan, terutama kepada ibu-ibu mandiri, perorangan, tidak punya suami, untuk menghidupi keluargaya. Ini sifatnya jangka panjang. Untuk jangka pendeknya sudah ada bantuan dari pemerintah pusat berupa bantuan uang tunai. Sehinga mereka secara perlahan-lahan kehidupannya akan lebih baik. Dengan demikian kalau mereka sudah punya usaha mereka dapat keluar dari garis kemiskinan yang meraka alami,” papar Ardani. (*)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+