ADAKAH.ID, SAMARINDA – Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-59, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan seminar Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju, dengan mengankat tema “Periode Emas untuk Indonesia Tangguh”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Olah Bebaya Samarinda, pada Selasa (14/11/2023).
Seminar tersebut dihadiri oleh unsur PKK, kader posyandu balita, kader posyandu remaja, GOW, Dharma Wanita dan mahasiswa institusi pendidikan kesehatan.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin secara langsung membuka seminar tersebut. Dalam pemaparannya, ia menyatakan bahwa periode emas menjadi masa yang penting dalam optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik dan psikis.
Golden age adalah periode ketika anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Di masa ini, anak memerlukan banyak stimulasi agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal.
“Orang tua perlu memastikan anak berada dalam proses tumbuh kembang yang baik sejak dalam kandungan hingga usia golden age, yaitu usia 1-2 tahun,” ungkap Jaya.
Seperti yang diketahui, salah satu masalah yang sedang dihadapi di Kaltim ialah stunting. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, menunjukkan adanya peningkatan masalah gizi dimana prevalensi balita stunting menjadi 23,9 persen, prevalensi balita wasting menjadi sebesar 9,1 persen dan prevalensi balita underweight sebesar 20,4 persen.
Jaya pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas gizi anak, khususnya pada periode emas anak. Salah satu upaya yang bisa dilakukan ialah memberikan asupan gizi yang seimbang, melakukan pemberian ASI eksklusif dan memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan usia anak.
Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber. Yakni Diane Meytha Supit dan Aminah Toaha yang memberikan materi tentang pentingnya nutrisi dan stimulasi pada periode emas anak.(ADV)
