ADAKAH.ID, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda berhasil mengamankan tiga poin saat menjamu Persikabo 1973 di Segiri hari Minggu (13/8/2023).
Tim Pesut Etam julukan Borneo FC unggul 3-2 atas tim tamu asal Bogor.
Borneo FC lebih dulu menceploskan bola ke gawang lawan menit ke 3′ lewat sundulan Silverio Junio Da Silva umpan sepak pojok Stefano Lilipaly.

Pesut Etam harus bertanding dengan 10 pemain lantaran wasit mengganjar kartu merah Silverio Junio Da Silva di menit 28′ akibat karena dianggap melakukan pelanggaran berat di depan kotak pinalti.
Agresivitas Borneo FC tidak bisa dibendung walau hanya 10 pemain.
Gol kedua kembali tercipta lewat shoting keras Stefano Lilipaly di menit 38′.
Pesut Etam berhasil memperlebar keunggulan lewat gol Felipe Cadenazzi menit 48′ umpat lambung bola mati.
Persikabo berhasil memperkecil kekalahan lewat dua legiun asingnya, yakni Prudente menit 61′ dan Varela menit 90′.
Hingga peluit panjang Agus Fauzan Arifin dibunyikan, skore 3-2 tidak beubah dan Borneo FC mengamankan tiga poin di kandang, dengan mengumpulkan 13 poin memantapkan Diego Michel dkk berada di posisi ke-empat klasemen sementara BRI Liga 1 Indonesia.
Laga cukup panas, kedua tim bermain dengan intensitas tinggi untuk menyerang. Kepemimpinan wasit di lapangan membuat Manajer Borneo FC, Dandri Dauri tidak puas karena anak asuhnya dilanggar dari belakang dan wasit menganggap itu bukan pelanggaran berat, gestur protesnya meledak dan terpancing provokasi pemain Persikabo. Terjadi adu mulut disertai saling dorong tak terelakan di pinggir lapangan. Kontak fisik terjadi antara Dandri dan Pelatih kepala Persikabo, Salvador Rodriguez. Akibatnya, keduanya diberi kartu merah wasit.
Menanggapi hal itu, pelatih Borneo FC, Pieter Huistra tidak menduga wasit melakukan hal yang tidak adil dan berat sebelah.
“Kartu merah untuk bek tengah Silverio saya anggap dia tidak beruntung. Tapi yang tak saya senang adalah sleding belakang kepada Lilipaly, itu adalah pelanggaran yang serius,” kata Pieter saat jumpa media usai laga.
Kendati tidak senang dengan kartu merah, menurut Pieter tim mesti menerima.
Sebab sebagai tim, pelatih dan sebagai klub. Para pemain harus berbangga akan hal itu.
“Kami saat ini menantikan pertandingan selanjutnya (Bhayangkara FC, red),” imbuhnya.
Semetara itu, dari laga pekan ke-delapan itu, pemain wing bek Borneo FC, Fajar Fathurrahman merasa gembira bisa meraih poin penuh.

Ha itu bukan tanpa sebab, pasalnya ia dan pemain lainnya mesti lebih ekstra bermain lantara saat dibabak pertama harus bermain dengan 10 orang.
“Alhamdulilah pertandingan malam ini kami bisa mengamankan 3 poin di kandang,” singkatnya. (Joy)
