ADAKAH.ID, SAMARINDA – Suryanto (67) mengatakan, Selvi pergi menjemput anaknya di sekolah. Saat itulah si jago merah mengamuk, pada Rabu siang (28/6/2023). Kebakaran itu terjadi sehari sebelum lebaran Iduladha 1444 hijriyah.
Sekitar pukul 10.20 Waktu Indonesia Tengah, terjadi kebakaran hebat di tengah-tengah permukiman padat penduduk, tepatnya di Gang Sederhana RT 21, jalan RE Martadinata, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur.

Sebelum kebakaran, Suryanto melihat asap berasal dari rumah Mi’a. Menurut ceritanya, Selvi keponakan Mi’a sedang memasak air lalu pergi menjemput anaknya tanpa mematikan kompor.
“Itu anaknya (Selvi) ada (mengungsi) di rumah saya,” kata pria berusia lebih separuh abad itu.
Yanto memastikan, saat sebelum api berkobar tak terdengar ledakan atau tanda lainnya. Tiba-tiba saja asap tebal mengepul lalu membuat warga RT 21 dan sekitarnya panik.

Sepuluh menit dari peristiwa, Petugas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Samarinda beserta sejumlah relawan kebakaran (Redkar) berjibaku mencari sumber amukan si jago merah.
Kepala Dinas Damkarla Samarinda, Hendra AH menuturkan proses menjinakkan api sedikit terkendala. Di antaranya sempitnya akses jalan dan berbukit. Untung saja terdapat sumber air dari anak sungai Mahakam tak jauh dari lokasi.
“Kebakaran di jalan RE Martadinata gang Sederhana atau juga yang menembus gang Raudah, menghanguskan sekitar 20 rumah,” terang Hendra AH.
“Dari informasi awal, ada warga yang memasak air ditinggalkan,” timpalnya.

Upaya pemadaman berlangsung dramatis. Amukan si jago merah tak mudah dibendung, dengan cepat merambat dari rumah ke rumah lainnya. Setelah lebih kurang 1 jam, petugas dan relawan berhasil mematikan api.
Di antara puing-puing kebakaran, banyak barang-barang yang berhasil dievakuasi, sementara seorang pria berkaos putih basah kuyub sedang memandangi rumah yang habis terbakar.
Teranyar, data Disdamkarla Samarinda total yang terbakar sebanyak 23 bangunan.
(HI)
