Warga Tunggu Wali Kota Samarinda ke Lokasi Pembagian Beras

Wali Kota Samarinda Andi Harun Berikan Beras Bantuan Pemerintah ke Warga.
Caption: Wali Kota Samarinda Andi Harun Berikan Beras Bantuan Pemerintah ke Warga.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Sejak pagi ratusan warga mendatangi kantor Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), untuk mendapatkan bantuan pemerintah berupa beras yang di impor dari Thailand.

Warga yang berkumpul di halaman kantor tersebut, tetap antusias walau matahari semakin terik. Bantuan beras hari ini, Rabu (7/6/2023) merupakan tahap kedua, dan akan ada lagi tahap selanjutnya.

Beras impor yang disalurkan ke warga itu, akan di bagikan setelah Wali Kota Samarinda Andi Harun tiba di lokasi. Sembari menunggu, para warga tetap tertib, dan cukup khidmat mendengarkan apa yang disampaikan oleh para pejabat terkait, mengenai beras bantuan tersebut.

Itu dia yang ditunggu datang. Wali Kota Samarinda Andi Harun mengenakan pakaian dinas dan kacamata hitam turun dari mobil, dia sangat santai walau pengawalannya cukup longgar, lalu mendatangi warga, melambaikan tangan, juga menyalami beberapa warga yang sudah berkeringat karena menunggu.

Para warga menyambut dengan meriah datangnya Wali Kota Samarinda, sebentar lagi 10 kilogram beras bantuan pemerintah akan mereka bawa pulang untuk makan sekeluarga.

Setelah beberapa saat duduk di kursi yang telah disediakan, pembawa acara kemudian mempersilakan Andi Harun untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan bantuan beras yang akan di bagikan itu, dan berpesan kepada warga Samarinda bahwa, kita sebagai rakyat Indonesia memiliki budaya gotong royong, di bangsa lain itu tak ada.

“Di masyarakat kita nggak punya minyak, bisa kita minta tetangga sebelah minyaknya satu sendok,” kata Andi Harun di podium panggung sekitar pukul 10.45 Waktu Indonesia Tengah.

Wali Kota Samarinda juga berselorah menghibur warga, katanya hanya di Indonesia pengangguran dapat hidup bertahun-tahun, bisa merokok setiap hari sambil main gitar. Warga yang hadir dari Kelurahan Sungai Dama, Selili, Pelita, Sidodamai, dan Sidomulyo tertawa mendengar itu.

“Minum teh es, sama kopi juga pak,” timpal salah satu warga, membuat yang hadir hahaha.

Secara simbolis beras bantuan pemerintah yang di impor dari Thailand itu dibagikan ke supuluh orang warga.

Walikota Samarinda Andi Harun saat di wawancara oleh wartawan mengakui bahwa, memang dari dulu Samarinda bukan daerah penghasil beras.

“80 persen Bahan Pokok Penting (Bapokting) kita bergantung pada daerah luar, seperti Sulawesi, dan Jawa. Sehingga kewaspadaan kita harus lebih tinggi, dengan kebersamaan dan gotong royong,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, pencapaian Kota Samarinda yang bukan daerah penghasil, yang dimaksud sebagai pencapaian adalah pengendalian inflasi terbaik se-Kalimantan, dan pertumbuhan ekonomi yang positif. Itu tak mudah, diharapkan semua lapisan masyarakat berkontribusi, dan menciptakan situasi kondusif.

Beras yang disalurkan ke masyarakat adalah program nasional yang disebut beras cadangan pemerintah. Di Samarinda ada 26. 924 Kepala Keluarga yang mendapat bantuan beras tersebut.

Dengan menunjukan persyaratan yang telah ditentukan, satu persatu warga membawa pulang 10 kilogram beras tersebut. Tampak raut wajah senang dari mereka.

Hartini (32) menyampaikan, agar kedepannya pemerintah lebih memperhatikan lagi masyarakat.

“Sangat membantu sekali untuk kelas kaya kita. Sekarang harga beras mahal,” kata Hartini dengan beras di pelukannya.

Salah seorang warga yang sudah cukup berumur terlihat ringan saja memanggul 10 kilogram beras itu. Dengan alur pembagian yang rapi, lokasi pembagian beras bantuan pemerintah yang di impor dari Thailand itu, mulai tampak lengang.

(Hae)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+