ADAKAH.ID, SAMARINDA – Sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) berlangsung di Madrasah Alihay Negeri 1 Samarinda Jalan Suryanata hari Kamis (16/3/2023).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso.
Kegiatan ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 52 Tahun 2019, tentang Gerakan Peduli Sampah dan Berbudaya Lingkungan Hidup (GPBLH).
Rusmadi mengatakan, implementasi dari GPBLH melalui berbagai kegiatan bagaimana menjaga lingkungan, bukan hanya tanggung jawab pihak terkait saja, namun tanggung jawab semua masyarakat kota Samarinda.
Dengan begitu, gerakan peduli sampah dan lingkungan hidup bagaimana seperti menjaga pohon, tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab dinas terkait saja dengan menanam nilai dan perilaku hijau, bersih dan sehat, namun Samarinda terus bergerak,” ucap Rusmadi saat ditemui usai kegiatan.
Selanjutnya Wawali Rusmadi juga mengungkapkan, perilaku hijau bisa dibina melalui sekolah-sekolah dapat menjadi tempat yang baik, namun sekolah harus benar-benar menerapkan perilaku hidup sehat.
“Harus bersih dari sampah, mulai dari toilet, UKS (Unit Kesehatan Sekolah), kantin sekolah harus bersih dan sehat,” ucapnya.
Ia berpesan, agar seluruh masyarakat kota Samarinda tahu, setiap sampah adalah tanggung jawab diri sendiri, sampahku adalah urusanku bukan urusan orang lain.
“Karena urusan sampah bukan hanya hari ini saja, tetapi urusan masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu Ruslan, Kepala Adiwiyata MAN 1 Samarinda mengatakan, MAN 1 ditunjuk sebagai tuan rumah pada kegiatan GPBLH yang terdiri dari 17 Stand meliputi Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
“Kami sangat bahagia bisa menjadi tuan rumah, dan semoga dapat bermanfaat kedepannya untuk kelestarian lingkungan hidup,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani juga mengatakan jika kegiatan ini digelar bertujuan untuk membangun hubungan yang baik antara orang tua murid dan guru di dalam lingkungan sekolah.
“Karena kan gerakan tentang peduli lingkungan. Di sekolah kan suasana nya nyaman, kemudian hijau juga bersih sehat. Itu juga akan meningkatkan prestasi anak-anak dan meningkatkan juga kecerdasan emosionalnya,” terangnya. (ADV)
