ADAKAH.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak tergantung dengan sektor batu bara.
Hal itu disampaikan Andi Harun saat diskusi yang digelar di Jalan Juanda, Kafe Setiap Hari Coffee, Kota Samarinda, Kaltim, Minggu (19/3/2023) malam.
Dalam diskusi itu, membedah maksud kebijakan Andi Harun tidak menyertakan adanya zona pertambangan dalam RTRW Samarinda Tahun 2022-2042.
Meski, IUP beberapa perusahan di Kota Tepian nantinya akan diperpanjang pada tahun 2026, Andi Harun memastikan bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan.
“Karena akan di close, semua akan diproses mesin (aplikasi), jika di peta tidak ada zona tambang, tentu akan terblok oleh sistem,” ungkapnya.
“Terlepas siapa pun ke depan Wali Kota-nya, kita bisa tanpa batu bara,” sambungnya.
Andi Harun optimis tidak akan ada lagi aktivitas penggalian di 2026.
Hal itu tentu akan mengurangi dampak kerusakan lingkungan khususnya di 10 Kecamatan pada tahun 2026.
Ini juga disebutnya kesiapan untuk menghadapi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang telah ditetapkan di Bumi Etam.
Kota Samarinda menghadapi IKN Nusantara, ditegaskanya akan konsisten sebagai Kota industri, jasa dan perdagangan.
“Ini belum pernah di publish, Samarinda setelah kick off IKN Nusantara akan jadi lokasi energi terbarukan, akhirnya saya harus siapkan ini, karena memang saya harus adaptif dengan keadaan itu,” jelasnya.
Belum lagi, planning urban cities, yang menurut Andi Harun memang sudah lama harus membangun agar juga ada mitigasi perubahan iklim.
Hal ini juga akan berdampak pada PAD Kota Samarinda yang kini perlahan bergeser dari sebelumnya Rp380 miliar, sekarang pada tahun 2022 menjadi Rp 750 miliar.
“Saya optimis tahun ini menutup PAD Rp900 miliar, setelah juga meraih peringkat pertama penghargaan dari Kemendagri untuk Kota dengan realisasi pendapatan tertinggi se-Nasional,” terangnya. (ADV)
