ADAKAH.ID, SAMARINDA – Menjelang Natal tahun 2022, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) terkait harga dan stok barang di pasar.
Pasalnya, setiap momen hari besar keagamaan nasional selalu memperngaruhi harga barang. Selain dikarenakan tingginya permintaan, hal ini juga dipengaruhi akan keterbatasan stok barang di pasar.
Diketahui, dalam rakor kali ini setidaknya 100 orang turut berpartisipasi, yang terdiri dari Dinas Perdagangan Kabupaten dan Kota, OPD terkait serta distributor.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim, Muhammad Sa’duddin melalui Kepala Bidang Perdagangan Ali Wardana menjelaskan rapat tersebut juga bertujuan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di Kaltim tetap aman dan terkendali. Mengingat sebagian ketersediaan didatangkan dari luar daerah, seperti dari Jawa dan Sulawesi.
“Alhamdulilah secara umum stok barang di Kaltim sampai saat ini tersedia cukup,” ungkapnya.
Ali menuturkan, pihaknya memastikan juga harga barang di pasaran, walaupun mengalami kenaikan, namun masih dapat terjangkau.
Berdasarkan pantauan Disperindagkop dan UKM Kaltim di seluruh kabupaten/kota. Saa ini harga ayam berada di kisaran Rp30.000 per kg, telur Rp30.400, bawang merah Rp30.000, bawang putih Rp25.000, cabe merah besar Rp35.000.
“Kami ucapkan terimakasih atas kerjasamanya yang telah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di daerah masing-masing,”ujar Ali.
Kepada awak media, diharapkan perangkat daerah terus menjalin koordinasi dan kerja sama yang baik dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga barang. Selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, hal ini juga dilakukan sebagai upaya menekan inflasi.
“Mari bersama-sama jaga stabilitas harga barang pokok,” tandasnya.
(Adv/Kominfo Kaltim/*/Sam)
