ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang, terutama di bidang ekonomi kreatif.
Pada Jumat (16/9/2022), Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi diwakili Kepala Diskominfo, Muhammad Faisal, meresmikan gelaran Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Corner di City Centrum Hotel Mercure Samarinda.
Atas nama Pemprov Kaltim, Wakil Gubernur Hadi Mulyadi menyambut baik event Gekrafs Corners DPW Gekrafs Kaltim. Menurutnya, event ini penting dan sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif. Termasuk bagi para pegiat seni dan budaya.
“Di sini kita bisa menyaksikan langsung gelaran produk ekonomi kreatif Kaltim yang spektakuler, bernilai dan membanggakan kita semua,” ujar Faisal.
Gekrafs Kaltim diharapkan menjadi lokomotif para pelaku ekonomi kreatif di Kaltim. Untuk terus eksis dan menghasilkan produk-produk andalannya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian Kaltim.
Pemprov Kaltim pada prinsipnya terus mendukung berbagai upaya kreatif buatan masyarakat dalam meningkatkan hasil usahanya. Sehingga, akan memperkuat perekonomian daerah dan kesejahteraan rakyat pada umumnya.
“Mari kita dukung dan sukseskan event Gekrafts Corners ini dengan berkunjung. Sebagai sarana berbelanja, membuat transaksi, rekreasi dan hiburan. Serta, menambah pengetahuan dan wawasan,” ajaknya.
Berbagai ragam produk ekonomi kreatif yang berada di Gekrafs Corners dapat dipasarkan. Guna meningkatkan hasil usaha dan menumbuhkan perekonomian Kaltim yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Ketua DPW Gekrafs Kaltim Aji Mirza Hakim mengemukakan, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional adalah gerakan masyarakat dan para pelaku ekonomi kreatif. Yang memiliki visi bersama yakni belajar, bersinergi, berdaya guna menjadikan ekonomi kreatif sebagai masa depan Indonesia.
“Semoga Gekrafs Corner ini bisa di gelar setiap bulan dengan pola kerja sama dengan pihak City Centrum Samarinda,” ujarnya.
Sebagai informasi, Even Gekrafs Corner menampilkan produk kriya (kerajinan tangan), wastra (kain tradisi), kuliner (aneka makanan dan minuman), desain produk, seni pertunjukan dan musik.
(Adv/Kominfo Kaltim/Sam)
