Warga Samarinda Resah Tak Kebagian Tabung Gas 3 Kilogram

Sejumlah ruko di Samarinda memajang tulisan berisi gas 3 kilogram habis. (Foto/HI)
Caption: Sejumlah ruko di Samarinda memajang tulisan berisi gas 3 kilogram habis. (Foto/HI)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Warga kota Samarinda resah gegara tabung gas melon atau 3 kilogram sulit dicari.

Sejumlah pangkalan tabung gas setiap kali menerima distribusi dari agen seketika ludes, bak semut merubung gula.

Salah satu pangkalan itu di sebuah ruko di jalan Pasunda, Kelurahan Kampung Jawa, Samarinda, Kalimantan Timur.

Sekira pukul 14.00 Waktu Indonesia Tengah, truk agen tabung gas 3 kilogram berjenama PT. Panca Ario Putro baru saja mendistribusi.

Truk agen LPG 3KG mendistribusikan ke ruko di jalan Pasundan, Kelurahan Kampung Jawa, Samarinda, Rabu (14/6/2023)
Truk agen LPG 3KG mendistribusikan ke ruko di jalan Pasundan, Kelurahan Kampung Jawa, Samarinda, Rabu (14/6/2023)

Di ruko tersebut gas melon seharga Rp18 ribu. Di sini setiap kali mendatangkan sebanyak 60 tabung gas 3 kilogram.

“Di tempat saya aman saja, biasa saja. Harganya 18 ribu. Kasihan warga dan pelaku UMKM kalau mahal,” ujar Suci, pemilik ruko.

Seorang pria tergesa-gesa. Namanya Suratin. Ia datang sekira pukul 14.40, namun di ruko itu tabung gas 3 kilogram sudah ludes, bak gula dirubung semut.

“Tadi dapat info di sini datang (gas melon), makanya lari ke sini,” kata warga Kampung Jawa itu.

Suratin sudah berkeliling mencari gas melon sejak tadi pagi. Namun tidak juga dapat.

“Saya kemarin itu dapat, tapi harganya 32 ribu, di jalan Sirad Salman,” ungkap Suratin seraya menunjuk ke arah jam 3.

Suratin menenteng tabung gas 3 kilogram yang masih kosong, kembali pulang ke rumah.
Suratin menenteng tabung gas 3 kilogram yang masih kosong, kembali pulang ke rumah.

Lelah mencari ke sana-kemari, Surati memutuskan untuk kembali ke rumah dan memilih untuk tidur saja.

“Dari pada keliling-keliling, bensin habis,” dengan tatapan kecewa.

“Maunya saya, ini cepat di atasi lah, masalahnya kita (Kaltim) penghasil minyak dan gas terbesar, balikpapan kan,” serunya.

Masih di ruko itu, Rose juga sama resahnya dengan Suratin. Ia menginginkan pemerintah segera turun tangan mengatasi gas melon yang sulit didapat.

Rose, seorang ibu yang membawa sejumlah tabung gas itu merasa kondisi mempersulit kehidupan sehari-harinya.

“Pemerintah lihatlah orang kecil seperi kami ini, susah sekali cari gas,”

“Untuk masak sendiri aja susah kami ni,” ucap Rose dengan logatnya yang khas.

Rose ingin pemerintah segera melakukan operasi pasar.

Tak hanya Suratin dan Rose yang kehabisan. Sejumlah warga lain pun kembali pulang membawa tabung gas 3 kilogram yang masih kosong.

(HI)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+