ADAKAH.ID, SAMARINDA – Unjukrasa Aliansi Masyarakat Kaltim Membara menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak {BBM) direspon orang nomor dua Benua Etam, Hadi Mulyadi.
Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Samarinda menggelar aksi sekira dimulai pukul 14.00 Wita, berjalan kaki dari taman Samarenda menuju Kantor Gubernur Kaltim, jalan Gajah Mada, Samarinda.
Pada warta sebelumnya, Humas Aliansi, Ferhat menyampaikan beberapa poin tuntutan, diantaranya mewakili suara masyarakat Kaltim menolak kenaikan harga BBM subsidi, dan meminta pemerintah mengevaluasi kinerja BPH Migas.
Ferhat juga meminta Pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltim menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Serta menghadirkan payung hukum bagi konsumsi BBM subsidi agar tepat sasaran.
Selain itu, aksi unjukrasa mendesak agar Gubernur dan Wakil Gubernur untuk turun menemui massa dan menyatakan sikap tegas akan penolakan terhadap kenaikan BBM.

Massa unjukrasa yang merasa muak lantaran pemimpin daerah Kaltim tidak kunjung hadir, sekira pukul 16.25 Wita merobohkan pagar kantor Gubernur Kaltim. Membuat massa dan pihak keamanan saling berhadapan tanpa pembatas.
Kendati demikian, pihak keamanan di bawah komando Kapolres Samarinda kombes Pol Ary Fadli dan Dandim 0901/Smd Letkol Arm Noni Herdian justru menghimbau anggotanya untuk tetap tenang, dan kepada massa unjukrasa tidak memicu keributan.

Satu jam berlalu, sekira pukul 17.50 Wita akhirnya Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menemui massa unjukrasa. Ia menyampaikan bahwa tuntuan akan diteruskan kepada pemerintah pusat.
“Hati dan pikiran saya untuk masyarakat Kaltim. Hidup dan mati saya di Kaltim. Saya mengabdi untuk masyarakat Kaltim,” ujar Hadi Mulyadi kepada massa aksi.
“Kami akan menyampaikan keberatan dan meminta pemerintah pusat untuk mengevaluasi. Bagaiamna sebaiknya harga BBM yang tidak menyengsarakan rakyat,” tegasnya

Hadi mengatakan, kenaikan harga BBM tidak hanya menjadi masalah masyarakat Kaltim tetapi juga seluruh Indonesia. Namun, ia berharap mahasiswa tidak bertindak rusuh, sebaliknya sampaikan dengan baik-baik.
Terkait persoalan kenaikan harga kebutuhan pokok, Hadi menerangkan bahwa sejak dilantik bersama Gubernur Kaltim Isran Noor, pihaknya telah dan akan terus bekerja keras mensejahterakan masyarakat Kaltim.
Pada kesempatan itu, massa aksi meminta Pemprov Kaltim agar segera menindak para mafia migas dan batubara yang dirasa merugikan kesejateraan masyarakat.
Menanggapinya, Hadi mengaku pihaknya telah bekerja sama dengan pihak keamanan dalam hal ini Polres Samarinda untuk menindak para mafia tersebut. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa selesai dalam sekali membalik telapak tangan.
Setali tiga uang, Hadi menegaskan hati dan pikirannya berpihak pada masyarakat Kaltim. Kepada para mahasiswa dirinya mengajak untuk duduk bersama dengan kepala dingin, berdiskusi membahas solusi masalah bangsa.
“Kalau emosi tidak akan pernah puas. Tapi jika ingin berdiskusi menyelesaikan ini secara baik-baik, bertemu dan berdiskusi, saya akan sediakan waktu setelah kedatangan Wapres pekan depan, kepada seluruh perwakilan masyarakat Kaltim, kita akan selesaikan ini secara baik-baik,” pungkas Hadi.
Aksi unjukrasa Aliansi Masyarakat Kaltim Membara berjalan damai tanpa ada keributan (chaos) massa dengan pihak keamanan. Walau begitu pagar utama kantor Gubernur dirobohkan para pengunjuk rasa. (Sam)
