ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Momentum Safari Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kecamatan Tenggarong bukan hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai forum menyerap aspirasi masyarakat. Selama Ramadan 1446 Hijriah, Safari Ramadan menyambangi 15 masjid di 12 kelurahan dan 2 desa.
Camat Tenggarong, Sukono, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat silaturahmi, membuka ruang dialog, serta mendengarkan langsung keluhan warga. “Safari Ramadan bukan hanya tentang ibadah bersama, tetapi juga menjadi kesempatan membangun kebersamaan dan memahami kebutuhan warga,” ujar Sukono, Jumat (14/3/2025).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, pengurus masjid, hingga organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Selain tausiyah dan buka puasa bersama, warga juga diberi kesempatan menyampaikan persoalan seputar pelayanan publik.
Ketua MUI Kecamatan Tenggarong menilai Safari Ramadan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah. “Dengan berkumpulnya warga dari berbagai latar belakang di satu masjid, kita dapat mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa persaudaraan,” ujarnya.
Seorang warga Bukit Biru,. Rudi, menyampaikan apresiasi. Ia menilai forum seperti ini penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. “Kami merasa lebih diperhatikan karena bisa menyampaikan aspirasi langsung,” katanya.
Sukono menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga pelayanan tetap optimal selama Ramadan. “Kami ingin Safari Ramadan menjadi wadah bermanfaat, tidak hanya untuk ibadah tetapi juga pembangunan dan pelayanan masyarakat,” pungkasnya.
(adv/diskominfokukar/o)
