ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan Rp800 juta untuk menangani persoalan genangan air di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong. Anggaran tersebut digunakan untuk normalisasi irigasi dan drainase yang selama ini belum optimal menampung air saat hujan deras.
Beberapa titik rawan genangan berada di RT 9 hingga RT 12 serta RT 1 hingga RT 5 dan RT 22. Masalah utama terletak pada sistem pembuangan air ke Sungai Tenggarong dan arah Stadion Rondong Demang yang belum selesai sepenuhnya.
“Masih adanya genangan air itu karena daerah hilir pembuangan belum rampung 100 persen,” ujar Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, Senin (24/3/2025).
Proyek normalisasi akan difokuskan di Jalan Melak I dan Melak II, serta drainase di sekitar stadion. Dinas Pekerjaan Umum Kukar menargetkan pelaksanaan dimulai tahun ini, dengan harapan mampu mengurangi genangan dan memperlancar aliran air menuju sungai.
Selain mengganggu permukiman warga, genangan juga berdampak pada lahan pertanian. Air yang tertahan menyebabkan sawah terendam dan petani kesulitan bercocok tanam. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah kelurahan.
Warga berharap proyek berjalan tepat waktu agar kehidupan sehari-hari tidak lagi terganggu oleh air yang menggenang saat hujan tiba.
“Alhamdulillah tahun ini sudah teranggarkan, jika rampung InsyaAllah banjir bisa berkurang. Mudah-mudahan berjalan lancar supaya petani kami tidak terganggu lagi,” tutup Joko.
(adv/diskominfokukar/o)
